SEMARANG (SUARABARU.ID)– Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen Universitas Maritim AMNI (Unimar AMNI) Semarang melakukan kegiatan bersama masyarakat desa yang terintegrasi, untuk memperkuat ketahanan pangan kelautan di wilayah pesisir Demak, selama September-Desember 2025.
Tim PKM Unimar AMNI terdiri dari Ketua Dr Muhammad Ikhsan Setiawan, anggota Dr Adenanthera Lesmana Dewa, serta Dhanan Abimanto MPd. Mereka dibantu sejumlah mahasiswa Unimar AMNI.
Dalama keterangannya, Muhammad Ikhsan mengatakan, kegiatan yang merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak Tahun Ajaran 2025 itu, didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
BACA JUGA: Fakultas Psikologi USM Gelar Psikoedukasi ‘Mindful Parenting’
Program bertajuk ‘Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa’ itu, dilakukan di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, sebagai laboratorium hidup penanganan rob, melalui pendekatan partisipatif, penerapan teknologi tepat guna, dan penguatan kelembagaan nelayan muda berbasis mangrove.
”Inisiatif itu tidak hanya menjawab krisis logistik pangan saat rob, tetapi juga menata ulang ekosistem produksi, distribusi, pemasaran hasil laut, agar lebih tangguh, inklusif, dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Ditambahkan dia, Desa Timbulsloko selama bertahun-tahun mengalami penurunan muka tanah, abrasi, dan intrusi air laut.
BACA JUGA: Truk Kemanusiaan Peduli Sumatera Jilid 2 Diberangkatkan, LAZiS Jateng: Total Donasi Rp1,4 Miliar
Dampaknya terasa pada turunnya kapasitas produksi nelayan mangrove, terputusnya rantai distribusi pangan kelautan saat air pasang tinggi, dan mandeknya inovasi pengolahan hasil laut.
”Minimnya intervensi teknologi relevan, serta belum optimalnya peran pemuda sebagai motor kelembagaan, memperparah kerentanan rumah tangga pesisir,” ungkapnya.
Dalam kegiatan itu, pihaknya membekali materi yang bermanfaat bagi masyarakat, yakni tentang inovasi produksi. Di antaranya meliputi perancangan serta pelatihan penggunaan panel surya untuk mendukung operasi maritim desa.
BACA JUGA: Universitas Semarang Buka Prodi S2 Magister Teknik Sipil
Hal lainnya yakni, sistim logistik pangan komunal menggunakan ATV mobile cold box bertenaga surya, sebagai armada antar-desa saat rob tinggi, dan menjaga mutu ikan hasil tangkap, serta memotong biaya logistik.
Selain itu juga, inovasi digitalisasi, yang meliputi pemasaran digital dan pelatihan e-commerce, dari fotografi produk, penulisan deskripsi, pengelolaan pesanan, hingga literasi pembayaran nontunai.
”Inisiatif ini selaras dengan fokus ‘Desa Tangguh Bencana’ dalam RPJMD Kabupaten Demak 2020–2025, serta kebijakan pemberdayaan nelayan kecil berbasis inovasi teknologi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah,” jelasnya.
BACA JUGA: Dari Perayaan Natal, Ahmad Luthfi Mengajak Merawat Toleransi
Disebutkan pula, untuk kelancaran kegiatan, pihaknya membawa rekam jejak lebih dari 20 program pemberdayaan pesisir, yang menekankan logistik pangan dan teknologi adaptif.
”Program pemberdayaan pesisir ini menargetkan produksi dan mutu dengan kenaikan kurang lebih 20 persen dari nilai jual tangkapan atau olahan berkat rantai dingin yang terjaga. Selain itu, waktu tempuh distribusi saat rob dan adopsi digital, yakni UMKM atau kelompok nelayan aktif di kanal pemasaran daring,” tandasnya.
Riyan













