blank
Bupati Afif Nurhidayat saat menyerahkan secara simbolis zakat untuk program Wonosobo Makmur. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Wonosobo menyalurkan zakat, infak, dan sedekah ASN senilai Rp 2,7 miliar di Pendopo Bupati Wonosobo, Selasa (23/12/2025).

Dana tersebut disalurkan kepada ribuan mustahik melalui lima program utama. Penyaluran menyasar sektor ekonomi, sosial, pendidikan dan kesehatan.

Program dirancang agar bantuan tepat sasaran dan menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Sebab banyak sekali masyarakat yang membutuhkan bantuan dari dana zakat yang dihimpun BAZNAS Wonosobo.

Ketua BAZNAS Kabupaten Wonosobo, Priyo Purwanto, mengatakan pentasharufan dilakukan melalui lima skema. Pentasarufan diberikan kepada mustahik yang sangat membutuhkan.

Program Wonosobo Makmur menyasar 218 mustahik, Wonosobo Peduli 71 mustahik, Wonosobo Cerdas 2.143 mustahik, Wonosobo Sehat 285 mustahik dan penyaluran melalui UPZ.

“Wonosobo Sehat difokuskan bagi penderita TBC, termasuk penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) TBC,” kata Priyo, ketika ditemui di sela-sela penyaluran zakat di Pendopo Bupati setempat.

Selain program rutin, lanjutnya, BAZNAS Wonosobo juga mendapat dukungan dari BAZNAS RI untuk pengentasan RTLH. Sebanyak 25 unit RTLH telah disetujui dan akan direalisasikan pada 2025.

“Saat ini prosesnya memasuki tahap administratif, termasuk pembukaan rekening penerima manfaat. Bantuan RTLH diberikan sebagai upaya membantu pemerintah daerah mengatasi kemiskinan ekstrem,” ujarnya.

Bantu Pemerintah

blank
Para mustahik foto bersama dengan Bupati dan Ketua BAZNAS Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menekankan pentingnya kepercayaan ASN dalam menyalurkan zakat melalui BAZNAS.

Menurutnya, akuntabilitas menjadi kunci utama. BAZNAS Wonosobo sejauh sudah bisa menghimpun dan menyalurkan dana zakat dengan baik. Zakat dari para ASN itu disalurkan pada masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan.

Afif menilai BAZNAS Wonosobo telah berperan besar membantu pemerintah daerah, terutama dalam penanganan persoalan sosial dan kebencanaan serta kemiskinan ekstrem.

“Zakat ASN yang dikelola Baznas adalah bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. Kepercayaan ini harus terus dijaga,” tegas Afif.

Afif juga menyoroti berbagai persoalan di Wonosobo, seperti kebakaran, longsor, banjir, dan kemiskinan ekstrem, yang tidak seluruhnya dapat ditangani pemerintah.

“Baznas hadir sebagai solusi cepat dan tepat saat kondisi darurat. Perannya sangat strategis bagi masyarakat,” pungkasnya.

Muharno Zarka