𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SUARABARU.ID) — Meskipun sempat diwarnai rintik hujan, malam tasyakuran resepsi Hari Jadi ke-276 Kabupaten Blora yang diselenggarakan di alun-alun kota Blora, Senin 22 Desember 2025 berlangsung lancar dan khidmat.
Bupati Blora bersama Wakil Bupati Blora, masing-masing hadir bersama istri dan suaminya. Lengkap dengan seluruh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Blora, seperti Ketua DPRD, Kapolres, Dandim, Kajari, Kepala PN, Kepala PA, Yonif 410/Alugoro, hingga Kepala Kemenag dan Kepala instansi vertikal lainnya.
Bupati Blora, Arief Rohman menyampaikan bahwa kekompakan dalam momentum tasyakuran Hari Jadi ke-276 ini menjadi potret kebersamaan seluruh unsur pimpinan daerah. Khususnya dalam membangkitkan semangat melanjutkan program pembangunan Blora. Sekaligus kebersamaan dalam menggalang dana peduli bencana Sumatra.
“Selain untuk mensyukuri Hari Jadi ke 276 Kabupaten Blora, pada malam ini kita juga galang donasi sosial untuk saudara saudara kita yang sedang tertimpa bencana di Sumatra. Baik Sumatra Utara, Sumatra Barat, maupun Aceh. Semoga nanti bisa untuk meringankan dan membantu mereka,” ucap Bupati Blora.

Dikemukakan, berdasarkan data donasi yang dikumpulkan melalui rekening Baznas Kabupaten Blora, ditampilkan bahwa pukul 20.25 WIB (tadi malam) telah terkumpul Rp 77.255.938. Ditambah donasi dari Korpri Kabupaten Blora Peduli sebesar Rp 50 juta. Donasi juga masih terbuka melalui rekening Baznas Kabupaten Blora 2-016-29697-2.
Dalam kesempatan ini, Bupati Blora mengucapkan terimakasih kepada seluruh OPD pelayan masyarakat dan stakeholder terkait yang telah mendukung jalannya pembangunan di Kabupaten Blora.
“Bertepatan dengan Hari Jadi ke-276 yang jatuh di bulan Desember ini, sekaligus akhir tahun. Kami ingin mengucapkan terimakasih kepada seluruh OPD, stakeholder pembangunan, yang telah meningkatkan kinerjanya untuk melayani masyarakat. Capaian pembangunan juga telah dapat dirasakan walaupun memang belum semuanya terpenuhi,” kata Bupati Blora.
Bupati Blora mengakui, bahwa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini masih jauh dari harapan masyarakat yang begitu banyak. Sehingga perlu sinergitas dan kebersamaan untuk terus melanjutkan pembangunan, menyelesaikan PR yang belum tuntas.
“Bulan Februari 2026 nanti, kami, saya bersama Bu Wakil Bupati baru 1 tahun menjalankan pemerintahan sejak dilantik Februari 2025 lalu. Masih banyak yang belum kita selesaikan dalam satu tahun ini. Semoga kedepannya bisa terus kita tingkatkan, tentunya dengan sinergi bersama seluruh pihak. Mari kita Nyawiji mBangun Blora Akur Makmur Misuwur,” imbuh Bupati Blora.
Sementara itu, Ketua DPRD Blora, Mustopa mengapresiasi hasil kinerja Pemkab Blora dalam satu tahun terakhir yang dinilai telah mampu mewujudkan pembangunan infrastruktur jalan secara maksimal.
“Kami dari jajaran legislatif, sangat mendukung langkah Pak Bupati dan jajaran dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur jalan di tahun pertama ini. Dengan memanfaatkan berbagai sumber pembiayaan, dari daerah hingga pusat, bahkan pinjaman. Tahun ini Pak Bupati dan jajaran bisa membangun jalan dengan anggaran sekitar Rp 430 miliar untuk 103 ruas jalan. Ini capaian yang luar biasa. Semoga tahun depan bisa berlanjut,” ungkap Mustopa.
Mustopa bersyukur di tahun 2025 ini Pemkab Blora telah berani mengangkat ribuan tenaga honorer menjadi ASN PPPK, sehingga seringkali adanya audiensi pengangkatan PPPK di DPRD telah diwujudkan demi peningkatan kesejahteraan honorer.
“Kami selaku wakil rakyat mengucapkan terimakasih kepada Pak Bupati dan jajarannya. Mari terus bergandengan tangan untuk melanjutkan pembangunan Kabupaten Blora yang lebih baik lagi kedepannya. Jaya selalu Blora ku..!,” ujar Mustopa.
Untuk diketahui, hiburan malam itu, dimeriahkan penampilan hiburan dari Tim Paduan Suara PKK Kabupaten Blora. Pentas music dengan penyanyi Woro Widowati dari Magelang, dan ditutup Pagelaran Wayang Kulit lakon Semar mBangun Dhesa dari Ki Dalang Sigid Ariyanto bersama Cakraningrat. Dagelan Andhik TB CS.
Hiburan berlangsung hingga dini hari, dan antusias masyarakat gayeng menikmati wayang kulit hingga pukul 03.00 WIB dini hari, hadir pula para pimpinan Kabupaten tetangga. Seperti Bupati Rembang, Harno, Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dan perwakilan dari Jepara, Kudus, Grobogan, Tuban, Bojonegoro, dan Ngawi Jawa Timur.
Kudnadi Saputro












