blank
Staf Ahli Bupati Jepara Samiaji, Ketua DPRD Jepara AGus Sutisna bersama pengurus KPJB. Foto: Dok KPJB

DENPASAR (SUARABARU.ID) – Kantor  Sektretariat Keluarga Perantau Jepara Bali (KPJB) yang terletak di daerah Bulu Indah  Denpasar Bali, telah diresmikan Minggu 21 Desember 2025. Peresmian sekretariat berbentuk joglo yang ditandai pemotongan pita oleh Staf Ahli Bupati Jepara Samiaji ini diselenggarakan bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke 11 KPJB

Acara ini dihadiri oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Jepara, Samiaji dan Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna serta seluruh pengurus dan anggota KPJB. Juga sejumlah tamu undangan dari masyarakat dan pejabat setempat.

Dalam sambutannya mewakili Bupati Jepara  Samiaji menyampaikan salam Bupati Jepara dan sekaligus permohonan maaf tidak bisa hadir secara langsung dalam acara  terebut karena  tugas yang tidak dapat ditinggalkan.

blank
Staf Ahli Bupati Jepara, Samiaji saat menyampaikan sambutan mewakili Bupati Jepara. Foto: Dok KPJB

Ia juga menyampaikan rasa syukur dan  bangga bahwa warga Jepara yang merantau di Bali sudah nemiliki sekretariat yang fungsinya sebagai tempat berkumpul, diskusi dan  saling berbagi. “Bahkan bila diperlukan bisa menjadi tempat menginap /penampungan sementara bagi warga Jepara yang  mengalami kesulitan di Bali,” ujarnya

Dalam sambutannya Samiaji memuji semangat,  kreatifitas dan ketekunan para perantau Jepara di Bali. “Bangunan joglo yang megah menunjukkan bahwa  saudara kita di Bali sukses sebagai perantau. Harapan saya terus bangun komunikasi lintas budaya dengan saudara-saudara di Bali,” pintanya

blank
Para tamu undangan bersama anggota danpengurus KPJB di depan Sekretariat KPJB. Foto: Dok KPJB

Palagi menurut Samiaja ada hubungan kultural yang sangat kuat antara Jepara dan Bali, utamanya dalam seni ukir. ” Kemampuan masyarakat Jepara dan Bali bermula dari kisah  Sungging Prabangkara, seniman asal Majapahit yang dihukum oleh Prabu Brawijaya membuat patung di udara, setelah dicurigai melihat permaisuri telanjang,” ujar Samiaji.

Dalam kisah legenda ini, Prabangkara membuat patung dengan naik layang-layang. ” Namun saat berada diudara, terjadi angin kencang yang membawanya ke arah timur. Tiba – tiba angin berubah arah atau Mbalik secara cepat hingga palunya jatuh. Tempat jatuhnya palu itu kemudian diberi nama Bali hingga penduduknya pintar membuat patung,” ujarnya

Kemudian layang – layang kembali ke arah barat dan setelah beberapa hari kemudian jatuh di Belakang Gunung bersama Sungging Prabangkara dan pahatnya. Karena itu orang Jepara pintar membuat ukiran. Sedangkan makam Sungging Prabangkara berada di Belakang Gunung Mulyoharjo,” urainya.

Samiaji juga berharap komunitas Keluarga  Perantauan Jepara di  Bali (KPJB) agar terus membangun komunikasi, silaturahmi dan saling membantu antar warga Jepara di Bali sehmngga terbangun kebersamaan dan  soliditas.

Ia juga berpesan agar warga Jepara di Bali sebagai perantauan menjaga nama baik Jepara dengan sikap dan  perilaku yang baik sebagaimana pepatah dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung tinggi.

blank
Para tamu undangan dalam peeresmian sekretariat dan perayaan ulang tahun ke 11 KPJB. Foto: Dok KPJB

“Sedangkan permohonan bantuan ambulan yang diajukan  KPJB kepada Pemkab Jepara agar dapat membantu membawa  warga atau perantau Jepara di Bali yang sakit atau meninggal dunia kembali ke kampung halamannya akan disampaikan kepada Bapak Bupati Jepara,” ujar Samiaji.

Sementara Ketua KPJB, Ali Imron menjelaskan  awal mula berdirinya komunitas ini bermula saat ada warga Jepara yang kena musibah di Bali dan meninggal dunia. “Jenazahnya dititipkan di Rumah Sakit Sanglah Denpasar hampir 6 hari sebab pihak tempat almarhum bekerja tidak  bertanggung jawab,” ujarnya.

Selanjutnya ada warga Jepara yang di rumah sakit tersebut yang kemudian mengabarkan kabar duka tersebut. “ Dari  situlah kemudian berkumpul warga Jepara ke rumah sakit Sanglah yang kemudian  seguyup rukun mengumpulkan danau ntuk memulangkan jenazah ke kampung halamannya,” ungkap Ali Imron yang akrab disapa Alex

Selanjutnya dari situlah mulai ada keinginan bersama untuk membuat paguyuban/perkumpulan orang Jepara yang ada Bali. “Tujuan kita mendirikan KPJB merupakan bakti sosial, khususnya untuk warga Jepara yang ada di Bali. Namun kita juga sering membantu saudara kita yang di luar warga Jepara, seperti Surabaya, Bayuwangi, Pati, Kudus, Demak, Puwodadi  dan bahkan Cilacap,” jelas Ali Imron

“Harapan besar kami,  pemerintah Kabupaten Jepara bisa membantu memberi pegarahan dan motivasi supaya warga Jepara yang di Bali bisa memantau dan membantu  warga Jepara yang di perantauan,” pungkasnya

Hadepe