blank
Simulasi kesiapsiagaan penanggulangan bencana yang digelar BPBD Wonosobo di lapangan Desa Gambaran Kaliwiro. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)- Pemkab Wonosobo menggelar “Apel Kesiapsiagaan dan Peningkatan Kapasitas Building Relawan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Se-Kabupaten Wonosobo.

Kegiatan tersebut dilakukan melalui Badan Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang dipusatkan di Desa Gambaran, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi potensi bencana, khususnya bencana hidrometeorologi dan kebakaran.

Apel kesiapsiagaan diikuti oleh kurang lebih sejumlah 200 orang. Mereka terdiri dari relawan penanggulangan bencana dan kebakaran dari berbagai unsur.

Termasuk relawan penyandang disabilitas, BPBD, perangkat daerah terkait, TNI, POLRI, serta komunitas relawan desa dan kecamatan.

Apel tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan mental, meningkatkan keterampilan teknis, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan kebencanaan.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menyampaikan bahwa secara geografis dan topografis, Wonosobo memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi.

Kondisi wilayah pegunungan serta dinamika cuaca yang semakin ekstrem menuntut kesiapsiagaan yang berkelanjutan dan terencana.

Bupati Afif menegaskan bahwa relawan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana di tingkat tapak.

“Relawan adalah wajah paling nyata dari kehadiran negara di tengah masyarakat. Ketika bencana terjadi, negara sering kali hadir melalui tangan-tangan relawan yang sigap, ikhlas, dan penuh empati,” tegas Bupati Wonosobo.

Ruang Konsolidasi

blank
Seluruh relawan penanggulangan bencana BPBD Wonosobo siap siaga dalam penanganan bencana di daerahnya. Foto : SB/Muharno Zarka

Menurut Bupati, apel kesiapsiagaan ini tidak dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan sebagai ruang konsolidasi.

Juga sebagai penguatan kapasitas relawan agar mampu bertindak cepat, terukur, dan mengutamakan keselamatan di lapangan.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilaksanakan simulasi penanganan bencana hidrometeorologi, yang meliputi kaji cepat, koordinasi penanganan darurat, serta praktik lapangan.

Simulasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan relawan dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu, khususnya di wilayah rawan.

Selain simulasi, kegiatan apel kesiapsiagaan juga dirangkai dengan penyerahan satu unit mobil pemadam kebakaran kepada Pemkab Wonosobo.

Mobil pemadam kebakaran tersebut memiliki kapasitas tangki air 3.000 liter dengan desain double cabin, dibangun di atas chassis Mitsubishi Canter, serta dilengkapi pompa Maleco 500 GPM yang andal dan aman digunakan dalam kondisi darurat.

Kehadiran armada pemadam kebakaran ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan respons cepat pemerintah daerah dalam penanganan kebakaran dan keadaan darurat lainnya, khususnya di wilayah pedesaan dan daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Bupati Wonosobo juga mendorong agar kegiatan peningkatan kapasitas relawan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan terukur, sebagai bagian dari sistem penguatan ketangguhan daerah.

“Pemkab Wonosobo sangat membutuhkan peran aktif para relawan. Saya berharap relawan terus menjaga semangat pengabdian, meningkatkan kompetensi, serta selalu mengutamakan keselamatan diri dan tim dalam setiap tugas,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Wonosobo berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat dalam mewujudkan Wonosobo yang lebih aman, siaga, dan tangguh menghadapi bencana.

 

Muharno Zarka