Operasi Lilin Candi Dilaksankan 20 Desember 2025 – 2 Januari 2026
KOTA MUNGKID
(SUARABARU.ID) –
Jajaran Polresta Magelang melakukan Apel Gelar Pasukan
Operasi Kepolisian Terpusat Lalin 2025, di kompleks Candi Borobudur, hari ini (Jumat, 19 Desember 2025). Terkait Operasi Lilin Candi itu diikuti jajaran Kepolisian, Pemkab, Kodim, Kejaksaan, serta DPRD setempat.
Kapolresta Magelang Kombes Herbin Sianipar ketika ditemui di sela acara itu mengatakan, pada saat perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), untuk pengaturan arus lalu lintas di kawasan Candi Borobudur dilakukan rekayasa lalu lintas. Utamanya jika terjadi kepadatan.
Polisi yang diterjunkan sebanyak 507 personel, dibantu dari TNI, dan lembaga lain seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP.
Untuk pengamanan gereja yang melakukan ibadah pada Natal dan Tahun Baru dijaga dua sampai lima polisi, sesuai jumlah jamaahnya. Juga dilakukan sterilisasi.
Bupati Grengseng Pamuji, yang hadir dalam acara itu berharap pengunjung Nataru bisa aman, nyaman. Masyarakat bisa melakukan liburan dengan aman dan nyaman, sehingga bisa menikmati iklim yang kondusif.
Terkait potensi wisata di daerah itu, menurut Bupati, untuk pengamanannya sudah berkoordinasi dengan Polri. Terutama untuk mengantisipasi keramaian dan keamanan pengunjung.
Sementara itu Kasat Lantas, Kompol Nyi Ayu Fitria Facha, menuturkan, untuk titik trouble spot atau ruas jalan yang sering terjadi kemacetan adalah Jalan Raya
Sambung – Payaman. Sudah dipersiapkan rekayasa, apabila meningkat arusnya, dari arah Semarang akan lewat Menowo. Namun karena mobil sumbu tiga sudah tidak boleh melintas Kalijambe, Bener, Purworejo, untuk trouble spot di Payaman itu sangat berkurang.
Kecuali itu, trouble spot yang kedua di depan pusat perbelanjaan Artos. Untuk mengatasi kemacetan di dekat Artos, sudah dikoordinasikan dengan Polres Kota Magelang.
Pasar Sayur
Di Muntilan ada juga potensi macet, karena ada pasar sayur. Biasanya itu terjadi di jam-jam tertentu.
Sedangkan di wilayah Borobudur, biasanya juga pada jam-jam tertentu, pukul dua siang sampai dengan maghrib. Utamanya itu pada masa liburan.
Sedangkan kalau yang rawan kecelakaan lalu lintas, berdasarkan data tiga bulan terakhir yaitu di seputaran Mertoyudan, Seminari, Dolog. “Itu masih menjadi potensi rawan kecelakaan,” tuturnya.
Kalau di jalur Salam – Muntilan itu yang rawan di Jumoyo – Gulon.
Di sisi lain, puncak liburan mendatang diperkirakan
puncaknya tanggal 20 Desember 2025. Itu puncak arus mudik yang pertama. Selanjutnya puncak arus mudik kedua adalah persiapan tahun baru. “Arus baliknya tanggal 3 sampai dengan 4 Januari 2026, itu puncaknya,” jelasnya.
Ditegaskan, wilayah Kabupaten Magelang adalah jalur tengah. Termasuk jalur alternatif di Pulau Jawa, yang cukup padat.
Terkait dengan kondisi jalan dan keramaian di wilayah Kabupaten Magelang, dia minta pengguna jalan, apabila lelah jangan dipaksakan. Banyak pos pengamanan maupun pos pelayanan yang didirikan oleh Kepolisian. Itu fokusnya adalah untuk melayani masyarakat. Jadi bagi masyarakat yang membutuhkan layanan Kepolisian, baik kesehatan, surat SKCK, laporan kehilangan, perpanjangan STNK itu ada di pos pelayanan.
Eko Priyono













