JEPARA(SUARABARU.ID) – Peserta Pelatihan Penulisan Best Practice guru tingkat Provinsi Jawa Tengah, siap melakukan pengimbasan hasil kegiatan tersebut di Jepara. Kesiapan itu disampaikan salah satu peserta asal Jepara, Rahmat Siswoko, Jumat (5/6/2024).
“Pelatihan yang diselenggarakan oleh FPGL (Forum Pena Guru Literasi( PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Jawa Tengah ini sangat luar biasa. Memberi pencerahan baru bagi kami guru di daerah. Saya harap, ilmu yang saya dapatkan dari Semarang bisa segera dideseminasikan serta diterapkan bersama rekan-rekan pendidik di Jepara. Ini penting untuk meningkatkan literasi dan kualitas pembelajaran,” ujar Rahmat Siswoko.
Untuk merealisasikan keinginan ini,kata Rahmat Siswoko, butuh koordinasi dengan pihak terkait terutama FPGL PGRI Jepara dan Pengurus PGRI Kabupaten Jepara. “Semoga dapat terlaksana dalam waktu yang tidak lama lagi,” harapnya.
Menurut Rahmat Siswoko, kegiatan tingkat provinsi itu digelar dalam rangka memacu budaya literasi dan memantapkan pengembangan profesi guru. Agenda dilaksanakan mengiringi acara pengukuhan Forum Pena Guru Literasi (FPGL) PGRI Jawa Tengah masa bakti XXIII tahun 2026. Kegiatan yang digelar di Wisma P4G Kampus II Universitas PGRI Semarang, berlangsung Sabtu, 16 Mei 2026.
Acara bertema “Dari kelas ke Tulisan, Guru berkarya Pendidikan Berdaya” ini dihadiri oleh guru perwakilan dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Pengurus Kabupaten PGRI Jepara mengirimkan delegasi yang terdiri tiga orang guru yaitu, Sabsriwinarti, S.Pd. SD dari SDN 1 Guyangan, Rahmat Siswoko, S.Pd dari SMPN 2 Welahan, dan Liza Kurniany Coryhendrayany, S.Pd., M,Pd.
Pelatihan ini bertujuan agar guru mampu menuangkan pengalaman terbaik mereka selama mengajar di kelas menjadi sebuah karya tulis ilmiah yang terstruktur, berkualitas, dan memiliki daya guna bagi perkembangan dunia pendidikan.
Kegiatan ini dibuka Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum. Dalam pengarahannya Muhdi menegaskan bahwa organisasi PGRI berkomitmen penuh untuk menjadi payung utama dan fasilitator bagi seluruh guru dalam meningkatkan kompetensi serta karier akademiknya.
“Semua aktivitas pengembangan diri akan diwadahi PGRI. Kami ingin memastikan bahwa setiap guru di Jawa Tengah memiliki ruang, kesempatan, dan pendampingan yang mumpuni untuk terus berkarya. Melalui FPGL ini , kita konversikan praktik-praktik baik di dalam ruang kelas menjadi tulisan ilmiah yang menginspirasi dan menguatkan mutu pendidikan kita,” tegas Muhdi.
Pelatihan penulisan best practice ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Chitra Sintarini dan Arif Edianto, keduanya guru berprestasi.
Dalam kegiatan itu peserta diyakinkan bahwa menulis best practice sebenarnya sangat mudah. Salah satu cara paling gampang adalah dengan menulis pengalaman mengajar yang paling berkesan selama menjadi guru.
“Pengalaman yang paling berkesan tersebut kemudian diberi sentuhan rasa sehingga tulisan yang dihasilkan menjadi lebih hidup dan berwarna. Tips menulis best practice ini disampaikan Guru berprestasi Arif Edianto, M,Pd.,” kata Rahmat Siswoko.
Setelah pelatihan ini, peserta diharapkan dapat menularkan materi yang didapat kepada komunitas guru di daerahnya.
Di Jepara sudah berdiri Forum Pena Guru Literasi (FPGL) PGRI Kabupaten Jepara dengan ketua Endah Pramurti Setianingrum, S.Pd., M.Pd.
Hadepe – Siswoko













