blank
Aparat Polsek Dawe Kudus saat melakukan aksi penggerebekan warung miras. foto: ist

KUDUS (SUARABARU.ID)– Polsek Dawe, Polres Kudus, sukses menyita ratusan botol minuman keras (miras) ilegal dalam sebuah operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang ditingkatkan. Penindakan ini berlangsung di wilayah Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, pada Selasa (16/12) malam, sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Pengungkapan besar ini bermula dari informasi sigap dari masyarakat terkait adanya aktivitas penjualan miras di Desa Rejosari, Kecamatan Dawe.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas segera melakukan pengecekan mendalam. Hasilnya, sebuah warung kedapatan menjual berbagai jenis minuman beralkohol tanpa izin resmi.

Beragam Merek Miras Diamankan

Dari lokasi tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti ratusan botol miras dengan berbagai merek, termasuk, Bir Bintang, Arak Bali, Kawa-kawa, Anggur Kolesom, Anggur Merah, Singaraja, hingga Congyang. Seluruh barang bukti langsung dibawa ke Mapolsek Dawe.

Kapolsek Dawe, AKP Budianto, menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran minuman beralkohol ilegal di wilayah hukum Polsek Dawe.

“Kami tidak akan mentolerir peredaran minuman beralkohol. Miras ini berpotensi besar menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Operasi ini merupakan langkah preventif dan represif untuk menjaga kondusifitas wilayah,” tegas AKP Budianto.

Operasi Berlanjut Jelang Operasi Lilin Candi 2025

AKP Budianto menambahkan bahwa operasi serupa akan terus digelar secara berkala, terutama menjelang pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2025.

Pihaknya juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman. Ia mengimbau agar warga tidak menjual maupun mengonsumsi miras ilegal dan segera melaporkan jika menemukan potensi gangguan keamanan lainnya di lingkungan sekitar.

“Kami mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga Kamtibmas. Laporkan segera apabila menemukan peredaran miras maupun potensi gangguan keamanan lainnya,” pungkasnya.

Ali Bustomi