blank
Progres pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Sedadi, Kecamatan Penawangan. Foto: dok Ist.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Pemerintah Desa Sedadi, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa Merah Putih sebagai langkah strategis memperkuat perekonomian masyarakat desa secara berkelanjutan.

Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Sedadi, Penawangan, Grobogan menunjukkan perkembangan positif. Hingga pertengahan Desember 2025, progres pekerjaan fisik telah mencapai sekitar 20 persen dan terus dikebut setiap hari.

Pemerintah desa membangun koperasi tersebut di atas lahan milik desa yang dinilai strategis dan mudah dijangkau warga. Pemilihan lokasi ini dilakukan untuk memastikan koperasi dapat berfungsi maksimal sebagai pusat layanan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA : “Terserempet” Proyek Tol 8 Meter, Khamid Dapat Ganti Rugi Rp 11 juta

Kepala Desa Sedadi, Listyowati, menegaskan bahwa pemerintah desa berkomitmen penuh mempercepat pembangunan agar koperasi segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

Listyowati menyampaikan bahwa pemerintah desa tidak menunda kebutuhan apa pun yang berkaitan dengan kelancaran pembangunan. Setiap kekurangan langsung dilengkapi agar pekerjaan tidak terhambat.

“Kami usahakan segera dibangun, apa yang perlu dilengkapi, kita lengkapi. Soal anggaran, kita carikan,” jelas Listyowati, Senin (15/12/2025) saat ditemui.

Ia menjelaskan bahwa pendanaan utama pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Sedadi berasal dari dukungan pemerintah pusat. Sementara itu, pemerintah desa mengambil peran aktif dalam penyediaan sarana pendukung di sekitar lokasi.

Pemerintah Desa Sedadi menangani pembangunan akses jalan menuju lokasi koperasi agar mobilitas warga dan distribusi barang berjalan lancar. Selain itu, desa juga melakukan pengurukan lahan untuk memastikan bangunan berdiri kokoh.

Dalam pelaksanaannya, Pemdes Sedadi telah membangun jembatan kecil sebagai akses utama menuju area koperasi. Langkah ini diambil agar kendaraan pengangkut material dapat keluar masuk tanpa hambatan.

Untuk pekerjaan pendukung tersebut, pemerintah desa telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 juta. Dana tersebut digunakan khusus untuk infrastruktur penunjang di luar bangunan utama koperasi.

Pengawasan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Sedadi ini, kata Listyowati, dilakukan secara ketat oleh Kodim 0717/Grobogan.

Setiap hari, pihak pelaksana menyampaikan laporan perkembangan pekerjaan. Sistem pelaporan rutin ini memastikan seluruh tahapan pembangunan terpantau dengan baik hingga proyek selesai.

BACA JUGA : Pekerjaan SPAM Regional Bregas di Kota Tegal Capai 99 Persen

“Setiap hari ada laporan, progresnya masuk berapa persen. Jadi ada pantauan terus sampai dengan selesainya pembangunan. Sampai sekarang, saya terima laporan sudah 20 persen pengerjaannya,” tambah Listyowati..

Ke depan, gerai Koperasi Desa Merah Putih Sedadi akan menyediakan berbagai unit usaha strategis. Unit tersebut meliputi penyediaan pupuk pertanian, gas elpiji, kebutuhan sembako, hingga layanan apotek desa.

Pemerintah desa memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya petani. Ketersediaan pupuk dan gas menjadi fokus utama karena menyangkut aktivitas ekonomi harian warga Sedadi.

Listyowati menyebutkan bahwa layanan simpan pinjam belum menjadi prioritas awal. Pemerintah desa ingin memastikan unit usaha kebutuhan pokok berjalan stabil sebelum mengembangkan layanan lainnya.

“Yang penting-penting dulu ya, seperti pupuk dan gas. Yang lain, seperti simpan pinjam, nanti-nanti dulu,” tambahnya.

Selain pembangunan fisik, pengurus koperasi mulai melakukan penguatan kelembagaan. Salah satunya melalui penggalangan iuran sukarela dari masyarakat sebagai bentuk partisipasi bersama.

BACA JUGA : PS USM Juara II Turnamen Piala PSSI Kota Semarang

Pemerintah desa mendorong warga Sedadi untuk terlibat aktif sejak awal. Partisipasi ini diharapkan menumbuhkan rasa memiliki terhadap Koperasi Desa Merah Putih Penawangan Grobogan.

Listyowati optimistis koperasi desa ini akan menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Dengan pengelolaan yang transparan dan profesional, koperasi diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga.

Ia juga berharap keberadaan koperasi dapat menekan ketergantungan masyarakat terhadap pihak luar, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pokok dan sarana produksi pertanian di wilayah Sedadi.

TYA WIDYA