blank
Bupati Sigit Pamungkas didampingi Dirut Bank Syariah Sragen Fakhruddin Nur menyerahkan hadiah pemenang lomba konten media sosial,  menulis artikel atau puisi di Pendapa Rumah Dinas Bupati, Jumat (12/12/2025). Foto: Anind.

SRAGEN SUARABARU.ID)– Judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol), maupun paylater,  kini sudah merambah generasi muda. Pemerintah Kabupaten Sragen melalui Bank Syariah Sragen (BSS) memulai  upaya penangkalnya.

Melalui gerakan edukasi yang nenyasar generasi muda dalam isu literasi keuangan, khususnya pemberantasan Judol dan Pinjol ilegal serta edukasi penggunaan paylater yang bijak.

“Sudah ada seorang siswa SD yang terlilit Paylater  hingga enam juta rupiah,” terang Direktur Utama Bank Syariah Sragen Fakhruddin Nur.

Dikatakan gerakan edukasi dikemas dalam Lomba Konten Media Sosial dan Menulis Artikel  atau Puisi  melalui  Piala Bupati 2025. Pemenang juga mendapatkan hadiah uang.

blank
Para juara berfoto bersama Bupati Sigit Pamungkas dan Direktur Utama Bank Syariah Sragen Fakhruddin Nur. Foto: Anind

Penyerahan hadiah lomba bertema “Gen Z Cerdas Finansial   Lawan Judi Online, Perangi Pinjol Ilegal & Bijak Gunakan Paylater” digelar di Pendapa Rumah Dinas Bupati, Jumat (12/12/2025).

Bupati Sragen Sigit Pamungkas didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Linda Sigit Pamungkas serta Dirut Bank Syariah Sragen Fakhruddin Nur, hadir menyerahkan hadiah.

Bupati menyampaikan apresiasi tinggi serta mengungkapkan arti pentingnya edukasi itu. Bupati sering menerima aduan dan keluh kesah orang tua  terkait penggunaan finansial yang secara tidak baik, seperti terjebak pinjol, Judol dan paylater berlebihan.

“Pinjol dan judol sudah menjadi perhatian  nasional yang harus diperhatikan secara serius,” tuturnya.

Direktur Utama Bank Syariah Sragen Fakhruddin Nur menjelaskan lomba itu diikuti oleh 25 sekolah untuk kategori lomba konten media sosial. Masing-masing sekolah mengirimkan dua tim. Di samping itu ada lomba menulis artikel atau puisi, diikuti 18 sekolah.

“Kegiatan itu merupakan upaya serius Pemkab, agar generasi muda tidak terjerat masalah finansial Judol dan Pinjol ilegal serta penggunaan paylater yang kurang bijak,” ujar Fakhruddin Nur.

Anind