WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Semalam, telah terjadi kebakaran di rumah produksi vulkanisir ban milik Sugi Haryanto. Lokasinya di Jalan Brigjen Katamso Nomor: 2, RT 02/RW 07, Kelurahan Wonokarto, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Kebakaran rumah produksi vulkanisr ban ini, sempat membuat panik warga masyarakat. Mengingat Kelurahan Wonokarto, menjadi perkampungan yang padat hunian di wilayah Kecamatan Wonogiri Kota.
Api diketahui berkobar Kamis malam (11/12/25) Pukul 20.30. Amukan jago merah ini, pertama kali diketahui oleh Saksi Koentjoro (57) dan Wahyu Bramastian Mega Pratama (29). Kepada petugas, Saksi Koentjoro, menuturkan, pada Pukul 20.30 mendengar suara gemuruh dan mencium aroma bau menyengat.
Curiga telah terjadi sesuatu, Koentjoro keluar rumah dan melihat ada kobaran api bercampur kepulan asap pekat dari rumah produksi vulkanisir ban mobil milik Sugi Haryanto. Koentjoro kemudian berteriak-teriak: ”Tolong, tolong, ada kebakaran, kebakaran……” Bersama itu, melalui kontak antarponsel (HP), dia juga berusaha menghubungi pemilik rumah produksi vulkanisir ban, Sugi Haryanto.
Sementara itu, Saksi Wahyu Bramastian yang segera datang ke lokasi, bergegas mengontak Markas Induk Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Wonogiri, untuk memohon bantuan pemadaman.
Upaya pemadaman yang sejak awal dilakukan saksi bersama para tetangga, terkendala tidak tersedianya air yang cukup di lokasi. Juga tidak ada Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Kobaran api makin membesar, membakar ban-ban mobil yang berada di rumah produksi vulkanisir.
Kepala Satpol-PP Kabupaten Wonogiri Joko Susilo dan Kabid Damkar Joko Prayitno melalui Koordinator Lapangan Sriyanto Kembo, Jumat (12/12/15), menyatakan, begitu ada kontak permohonan bantuan pemadaman, langsung memberikan respon cepat. Yakni segera mengirimkan Regu-2 Damkar Pimpinan Komandan Regu (Danru) Suparno meluncur ke lokasi.
Brandweer
Tim Damkar dari Markas Induk ini, datang ke lokasi kebakaran dengan membawa serta 3 unit mobil brandweer. Mereka berkekuatan 8 orang personel fire fighter. Tiba di lokasi langsung melakukan tuga pemadaman. Proses pemadaman dibantu oleh 10 anggota Polres Wonogiri dan 4 personel dari Polsek Wonogiri Kota, bersama 2 prajurit TNI AD dari Koramil-01 Kodim 0728 Wonogiri. Ikut membantu, para tetangga dan warga masyarakat. Tindakan pemadaman berlangsung sampai Pukul 21.00, api tidak sampai meluas membakar perumahan penduduk yang ada di sekitarnya.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas. Dugaan sementara pemicu kebakaran, berasal dari api di ruang tempat penempelan karet ban, yang menjadi intik proses produksi vulkanisir.
Semalam, Tim Inafis Polres Wonogiri bersama Tim dari PLN Wonogiri, telah pula datang di lokasi. Kedua tim ini melakukan penyelidikan di tempat kebakaran, untuk menemukan penyebab pasti kebakaran.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran rumah produksi vulkanisir ban tersebut, tapi kerugian materi ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Vulkanisir ban adalah proses memperbarui ban bekas yang sudah aus permukaannya. Untuk kemudian diberikan lapisan baru pada bagian tapak luarnya. Caranya, dengan menempelkan lapisan komponen karet baru, lalu diproses dengan cara dimasak dengan dipanaskan.
Dengan cara ini, lapisan komponen karet yang ditempelkan dapat menyatu erat pada ban lama yang telah aus bagian permukaannya. Sehingga dapat digunakan kembali dengan biaya lebih hemat dan ramah lingkungan.
Proses ini umum dilakukan pada ban kendaraan berat (truk dan bus) serta ban pesawat terbang. Mengenai kualitasnya, bergantung pada proses matang tidaknya sewaktu pengerjaannya. Ada metode vulkanisir panas (hot cure) dan vulkanisir dingin (cold cure).(Bambang Pur)













