blank
Bupati Blora menyampaikan pontensi investasi daerah strategis kepada para pelaku usaha nasional, Selasa 09 Desember 2025. Foto: Humas Blora

JAKARTA (SUARABARU.ID) —  Business Meeting Kabupaten Blora 2025 menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi Blora sebagai daerah ramah investasi, kompetitif, dan siap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.

Bupati Blora menyampaikan pontensi investasi daerah strategis kepada para pelaku usaha nasional untuk memperkuat jejaring bisnis, pada acara Business Meeting Kabupaten Blora 2025 bertema ‘Strategi Promosi Investasi Blora’ yang digelar di Best Western Senayan, Jakarta, Selasa 09 Desember 2025.

Hadir dalam acara tersebut, unsur pimpinan DPRD Kabupaten Blora dan para pimpinan OPD yang memberikan dukungan penuh terhadap percepatan investasi daerah.

Kegiatan ini menghadirkan Ketua Bidang XII BPP HIPMI Muhammad Aaron Annar Sampetobing, Ketua Kadin Blora, serta Pakar Bisnis dari Kadin Jawa Tengah. Sekretaris Daerah Blora. Komang Gede Irawadi, bertindak sebagai moderator untuk memandu jalannya diskusi sehingga berlangsung interaktif dan terarah.

Pada kesempatan itu, Bupati Blora, Arief Rohman menyampaikan bahwa realisasi investasi Kabupaten Blora pada Januari–September 2025 telah mencapai Rp 1,6 triliun.

Investasi ini bersumber dari sektor industri makanan, tanaman pangan, perkebunan, pertanian, perdagangan, konstruksi, hingga mineral logam.

“Kami akan promosikan potensi gas bumi yang besar ini kepada perusahaan-perusahaan di sektor migas. Blora punya peluang kuat untuk menjadi pusat energi yang mendukung kawasan industri,” tegas Bupati Blora.

Di sektor peternakan, Bupati Blora menegaskan bahwa populasi sapi Blora merupakan yang terbesar di Jawa Tengah, sehingga peluang hilirisasi sangat besar.

”Kita ingin menciptakan hilirisasi produk daging sapi di Blora, agar nilai tambahnya dinikmati masyarakat dan memperkuat ekonomi lokal,” ujar Bupati Blora.

Dari sektor pangan, lanjut Bupati Blora, Blora penghasil padi nomor 5 se-Jawa Tengah dan penghasil jagung nomor 2 se-Jawa Tengah. Cita-cita kedepan, Blora ingin membangun pabrik pakan ternak di Blora.

“Potensi gabungan antara produksi jagung yang melimpah dan populasi sapi yang besar dinilai menjadi modal kuat bagi investor industri pakan ternak,” kata Bupati Blora.

Lebih lanjut, Bupati Blora menjelaskan bahwa Pemkab Blora bersama Kadin kini tengah merancang kawasan industri baru di wilayah Blora–Cepu. Kawasan ini dinilai strategis karena memiliki dukungan energi, aksesibilitas, dan kedekatan dengan wilayah industri Jawa Timur.

“Hampir 50 persen wilayah Blora adalah kawasan hutan, termasuk Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDPK). Wilayah Blora–Cepu sangat potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan industri baru. Rencana ini akan kami konsultasikan dengan Kementerian Kehutanan,” ungkap Bupati Blora.

Kudnadi Saputro: