blank
Supply Chain Digitalisation in the Society 5.0 for Global Competitiveness.

JEPARA (SUARABARU.ID)- Ratusan mahasiswa dan dosen dari berbagai program studi mengikuti acara Guest Lecture Internasional dengan tema “Supply Chain Digitalisation in the Society 5.0 for Global Competitiveness.

Kegiatan berskala internasional ini diinisiasi oleh Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara, melalui FST UNISNU Jepara dan bekerja sama dengan Office of International Service (OIS).

Acara yang berlangsung selama dua jam di Auditorium lantai 4 gedung Perpustakaan Unisnu ini memberikan pandangan global tentang transformasi rantai pasokan di era yang semakin kompetitif di dunia digital.

Dua pembicara utama, Dr. Ir. Mochammad Qomaruddin S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UNISNU Jepara, dan Associate Professor Ferry Jie, PhD, FCILT dari Edith Cowan University (ECU) Australia. Keduanya memberikan pemaparan komprehensif mengenai inovasi digitalisasi rantai pasok dan relevansinya dalam meningkatkan daya saing global.

Dalam paparannya, Dr. Qomaruddin menjelaskan bahwa Society 5.0 menekankan integrasi harmonis antara teknologi canggih dan nilai-nilai kemanusiaan. Digitalisasi supply chain, menurutnya, bukan hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menghadirkan solusi berkelanjutan yang berdampak luas bagi masyarakat.

Associate Professor Ferry Jie kemudian menyampaikan berbagai temuan riset internasional terkait logistik, risk management, digital twin, dan implementasi IoT dalam supply chain modern. Ia menegaskan bahwa negara yang mampu menguasai digitalisasi rantai pasok akan memiliki keunggulan strategis dalam persaingan global, termasuk dalam sektor energi, manufaktur, dan industri kelautan.

Sesi diskusi menjadi sorotan utama karena menunjukkan kemampuan mahasiswa UNISNU berinteraksi dalam bahasa Inggris dengan sangat baik. Salah satu mahasiswa Teknik Elektro mengajukan pertanyaan kritis tentang pengelolaan supply chain industri nikel di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Ferry Jie mengatakan bahwa Indonesia harus memperkuat hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah. “Do not export raw materials; build industries that transform nickel into high-value products,” jawabnya tegas.

Pertanyaan tajam lainnya datang dari Elda, mahasiswa Budidaya Perairan, yang menanyakan bagaimana optimalisasi supply chain sektor kelautan Indonesia di era digital. Ferry Jie menjelaskan bahwa potensi kelautan Indonesia sangat besar dan dapat dimaksimalkan melalui teknologi mutakhir seperti ocean drones untuk pemetaan laut dalam, sensor digital untuk monitoring kualitas air, serta sistem logistik berkelanjutan yang menjaga keseimbangan ekosistem.

Keaktifan mahasiswa dalam memberikan pertanyaan di luar dugaan banyak peserta. Mereka tidak hanya fasih berbahasa Inggris, tetapi juga mampu menyampaikan analisis tajam yang menunjukkan pemahaman mendalam tentang isu global supply chain. Hal ini menjadi bukti meningkatnya kualitas literasi internasional mahasiswa UNISNU.

Melalui penyelenggaraan International Guest Lecture ini, UNISNU Jepara meneguhkan komitmennya untuk membangun atmosfer akademik berstandar global. Selain memperluas wawasan internasional, kegiatan ini juga meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam berkomunikasi dan berdiskusi menggunakan bahasa Inggris, sekaligus mempersiapkan mereka untuk bersaing dalam dunia profesional berbasis Society 5.0.

ua/suhartono