SOLO (SUARABARU.ID)– Calon Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah, Kairul Anwar, menerima sejumlah keluhan atau curhatan, dari sejumlah tokoh-tokoh sepak bola kabupaten dan kota.
Mereka berharap ada perubahan signifikan dalam tata kelola organisasi Asprov PSSI Jateng, usai kongres pemilihan yang bakal digelar Sabtu (20/12/2025), di Metro Park View Hotel, Semarang.
Hal itu seperti yang disampaikannya, saat bertemu dengan Kairul Anwar, dalam sebuah acara silaturahmi, di Solo, baru-baru ini. Hadir juga beberapa pimpinan Askab/Askot se-Solo Raya, seperti Askot PSSI Kota Surakarta, Askab PSSI Sragen, Askab PSSI Boyolali, Persebi Boyolali, AT Farmasi, Askab PSSI Sukoharjo, juga Exco PSSI Jateng Arya Surendra.
BACA JUGA: Rayakan HUT ke-78, Satreskrim Polres Kudus Santuni ODGJ di Panti Jalma Sehat
Seperti dikemukakan Sekretaris Askab PSSI Sragen, Untung Darmadi, selama ini tata kelola organisasi sepak bola di Jateng bukannya membaik, tetapi semakin buruk.
Disebutkan pula, saat ini komunikasi antara Asprov PSSI Jateng dengan Askab/Askot semakin sulit. Setiap ada persoalan, selalu menunggu petunjuk, sehingga persoalannya tidak segera terselesaikan.
Belum lagi prestasi sepak bola Jateng, juga makin menurun. Saat ini merupakan titik paling rendah dari prestasi sepak bola Jateng. ”Kita juga tidak punya representasi wasit utama Nasional yang andal di Liga 1. Padahal dulu kita setidaknya punya beberapa nama tenar,” imbuhnya.
BACA JUGA: Siwo PWI Pusat Segera Putuskan Tuan Rumah Porwanas 2027, Lampung atau Sumatera Utara
Seperti diketahui, sebelum ini Jateng memiliki segudang wasit utama di Liga 1, seperti Alil Rinenggo (Semarang), Suprihatin (Magelang), Adi Riyanto (Kendal), Maulana Nugraha (Semarang), Fajar Sigit (Banjarnegara), Dwi Purba Wicaksana (Kudus), dan beberapa wasit top lainnya.
”Bukan hanya itu, pada Kompetisi Liga 4 di Jateng juga perlu dievaluasi. Wasit-wasit kami yang bertugas, honornya juga sering terlambat. Padahal mereka bertugas meninggalkan keluarga, dengan harapan pulang membawa uang,” paparnya lagi.
Sementara itu, April Triyanto dari Sukoharjo, menyoroti tingginya uang pendaftaran Kompetisi di PSSI Jateng. Terlebih untuk kompetisi kelompok umur, seperti Piala Suratin.
BACA JUGA: Manfaatkan Aplikasi Pixton, Tim Pengabdian Unisnu Jepara Gelar Pelatihan Pembuatan Graphic Novel
Menanggapi hal itu, Kairul menyatakan, apa yang dirasakan insan sepak bola Jateng itu, merupakan buntut kegelisahan atas kondisi persepakbolaan di provinsi ini.
”Hal ini sejalan dengan program-program yang saya inginkan, memperbaiki tata kelola organisasi, peningkatan SDM termasuk wasit, juga menggelar kompetisi yang terjangkau oleh klub,” terang dia.
Kairul juga menekankan kepada semua anggota, agar kompetisi nanti bisa berjalan fair play dan tidak ada lagi “main-main”.
Riyan













