SEMARANG (SUARABARU.ID)– Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Universitas Semarang (USM), belum lama ini menggelar workshop mobilitas berkelanjutan, bagi siswa kelas XII, SMA Negeri 15 Semarang.
Tim PKM USM terdiri dari Ketua, Agnesia Putri Kurnianingtyas ST MT, anggota Anindya Putri Tamara ST MT, Imam Rofi’i ST MT, dan Nafiatul Azizah SPWK. Mereka dibantu empat mahasiswa pendamping.
Dalam paparannya, Agnesia mengatakan, kegiatan itu dilatarbelakangi meningkatnya dampak perubahan iklim di Indonesia. Fenomena seperti kekeringan, suhu ekstrem, hujan tak menentu, banjir, hingga longsor, semakin sering terjadi akibat peningkatan emisi karbon, terutama CO₂ dari aktivitas manusia.
BACA JUGA: Komunitas Ameraaa USM ‘Hunting’ Momen Human Interest di TPA Jatibarang
”Kerusakan yang sudah terjadi, memang tidak bisa sepenuhnya diperbaiki. Namun upaya adaptasi dan mitigasi tetap dapat dilakukan, untuk mencegah dampak yang lebih buruk. Di kota, salah satu strategi pentingnya, penerapan mobilitas berkelanjutan,” kata Agnesia.
Dia menambahkan, pihaknya memilih pelajar SMA sebagai sasaran utama, karena mereka dinilai memiliki potensi besar sebagai agen perubahan.
”Pelajar merupakan generasi produktif, yang mampu membangun kesadaran sekaligus menginisiasi solusi berkelanjutan di sekolah maupun di lingkungan permukiman mereka,” ujarnya.
BACA JUGA: Dewan Penasihat USM Tekankan Pentingnya Peningkatan Kualitas dan Daya Saing
Menurutnya, workshop ini menerapkan metode Participatory Planning, melalui pendekatan Serious Game, yakni pelatihan berbasis simulasi, yang memungkinkan peserta mempelajari dampak pilihan mobilitas terhadap emisi karbon.
”Metode interaktif semacam ini, efektif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hubungan antara perilaku mobilitas sehari-hari, dan perubahan iklim,” tuturnya.
Dalam kegiatan itu, para siswa dibagi dalam beberapa kelompok, untuk menyelesaikan tantangan mobilitas, dengan target menghasilkan emisi sekecil mungkin. Mereka diharuskan berpikir kritis, dan merumuskan strategi mobilitas berkelanjutan yang aman, sehat, dan efisien.
BACA JUGA: Pascasarjana USM Bangun Networking dengan Pusdik Binmas Lemdiklat Polri
Sepanjang kegiatan, siswa terlihat aktif dan antusias. Mereka berdiskusi, bernegosiasi, dan mengambil keputusan strategis dalam permainan simulasi.
”Hasilnya, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai konsep mobilitas berkelanjutan, serta kaitannya dengan emisi karbon dan pemanasan global,” ujarnya.
Dia berharap, kegiatan ini dapat menumbuhkan kebiasaan mobilitas yang lebih ramah lingkungan di kalangan generasi muda, sekaligus mendorong terciptanya kota yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim.
”Program edukasi ini menjadi salah satu langkah konkret akademisi, dalam memperkuat literasi iklim, sekaligus menanamkan nilai keberlanjutan sejak dini. Terutama di lingkungan sekolah,” ungkapnya.
Riyan













