Fsstival Gunungan
Sebanyak 21 gunungan berisi hasil bumi dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Magelang dikirab Yakni, dari Dusun Dadapan, Desa Ketep atau sekitar 500 meter dari obyek wisata Ketep Pass. Kegiatan Festival Gunungan tersebut berlangsung Selasa ( 2/12/2025) di Obyek wisata Ketep Pass, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Foto: W. Cahyono

KOTA MUNGKID ( SUARABARU.ID):  Festival Gunungan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang berlangsung meriah. Festival Gunungan yang dilaksanakan di sekitar obyek wisata Ketep Pass tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Guru Nasional tingkat Kabupaten Magelang.

“Kegiatan Festival Gunungan merupakan rangkaian dari peringatan Hari Guru Nasional tingkat Kabupaten Magelang. Selain itu juga ada gelar Macapat, sosialisasi pelatihan Bahasa Jawa dan Busana Jawa, serta pergelaran ketoprak yang dimainkan oleh para guru yang tergabung dalam PGRI Kabupaten Magelang,”kata  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Slamet Achmad Husein di sela-sela acara  Festival Gunungan dan Gelar Macapat di Ketep Pass, Selasa  ( 2/12/20205).

Slamet Achmad Husein mengatakan,untuk  Festival Gunungan diikuti 21 perwakilan dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Magelang. Adapun gunungan yang dikirab berisi hasil bumi dari masing-masing kecamatan  berupa palawija dan juga  berupa  ikan air tawar yang dimasukkan ke dalam plastik dan disusun menjadi sebuah gunungan.

Menurutnya, kegiatan tersebut sebagai salah satu wujud nyata dari semangat  nguri-uri kabudayaan ( melestarikan kebudayaan). Selain itu, mendorong sektor pariwisata di Kabupaten Magelang.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut telah masuk dalam kelender kegiatan Kabupaten Magelang. Sehingga,setiap tahun dilaksanakan secara rutin.

Menurutnya, kegiatan tersebut di sekitar obyek Ketep Pass, dalam rangka mendorong sektor pariwisata di Kabupaten Magelang.

Festival Gunungan
Dari 21 gunungan yang dikirab pada Festival Gunungan Selasa ( 2/12/2025) di Obyek wisata Ketep Pass, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, ada satu gunungan yang lain daripada lainnya. Yakni,dari Kecamatan Mungkid yang diwakili Desa Ngrajek, yang berisi aneka ikan hias dan ikan air tawar lainnnya. Foto: W. Cahyono

“Kerangka besarnya  dalam rangka melaksanakan visi dan misi Bupati/ Wakil Bupati Magelang sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2025-2030. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan ini, merupakan sasaran prioritas dalam Sapta Cipta Bupati Magelang,”katanya.

Susanto, pengunjung asal Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang mengaku, dirinya sengaja datang untuk menyaksikan Festival Gunungan tersebut, karena  tertarik dengan event kebudayaan  yang menampilkan kekayaan budaya lokal.

“Kegiatan ini sangat bagus, karena menapilkan kekayaan budaya lokal. Selain itu, meningkatkan ekonomi para pelaku UKM. Sekaligus  menjadi ruang ekspresi budaya memperkuat identitas daerah yang berakar pada tradisi,”katanya.

Ia  berharap, Festival Gunungan dan Gelar Macapat tersebut bisa agenda tahunan dan terus berkembang.

Mengawali  Festival Gunungan tersebut,  21 gunungan dari 21 kecamatan yang  ada di Kabupaten Magelang dikirab. Yakni, dari Dusun Dadapan, Desa Ketep atau sekitar 500 meter dari obyek wisata Ketep Pass.

Dari 21 gunungan  tersebut sebagian berisi hasil bumi dari masing-masing kecamatan, seperti sayuran dan buah-buahan.  Selain itu, ada satu gunungan yang lain daripada lainnya, yakni dari Kecamatan Mungkid yang diwakili Desa Ngrajek.

Gunungan dari Desa Ngrajek menampilkan gunungan yang berisi aneka ikan hias dan ikan  air tawar lainnnya.

Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid  terkenal sebagai desa dengan hasil budidaya ikan air tawar. Baik ikan air tawar konsumsi maupun ikan hias. W. Cahyono