WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Police Goes to School yang dilaksanakan di SD Negeri 3 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, memberikan edukasi tentang bahaya kekerasan seksual pada anak. Ini dilakukan oleh jajaran Polsek Slogohimo Polres Wonogiri dipimpin Kapolsek Slogohimo Iptu Marman.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, pelaksanaan program Police Goes to School diawali dengan kegiatan upacara. Tampil sebagai inspektur upacara, Kapolsek Slogohimo Iptu Marman. Ikut serta dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Bripka Yatmono.
Materi edukasi diberikan kepada sebanyak 234 siswa dari Kelas I hingga Kelas VI. Kepada para siswa, sekaligus diberikan pemahaman tentang bahaya pelecehan dan kekerasan seksual. Ini sekaligus untuk mengantisipasi agar tidak terulang kembali tejadinya kasus pelecehan pada anak di bawah usia di wilayah Kecamatan Slogohimo.
Ikut serta memberikan pendampingan kepada para siswa, Kepala SD Negeri 3 Slogohimo, Sugeng Pribadi SPd, beserta para guru.
Pada bagian lain sambutannya, Kapolsek Slogohimo Iptu Marman, menyampaikan pesan penting kepada siswa, diantaranya pengenalan tugas kepolisian, pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Ponsel
Kepada para siswa diminta untuk rajin belajar, pandai menjaga kesehatan dan bijak dalam menggunakan ponsel. Di musim penghujan ini, para siswa dilarang bermain di sungai, karena sewaktu-waktu dapat terjadi banjir yang datang dari hulu.
Kapolsek juga memberikan penekanan khusus, terkait pencegahan bullying serta tindakan kekerasan maupun pelecehan seksual terhadap anak.
Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, menyampaikan bahwa langkah Polsek Slogohimo sejalan dengan komitmen Polri dalam melindungi anak dari berbagai bentuk ancaman sosial. Polres Wonogiri terus memperkuat edukasi di lingkungan sekolah, untuk memastikan anak-anak mendapatkan pemahaman yang benar mengenai keselamatan diri. Upaya preventif ini sangat penting agar kasus kekerasan ataupun pelecehan seksual terhadap anak dapat ditekan sedini mungkin.
Ditegaskan, terwujudnya sinergi antara sekolah, orang tua dan kepolisian, menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa sebagai bagian dari generasi muda.(Bambang Pur)













