blank
Personel TNI AD dari Koramil-19 dan anggota Polsek Purwantoro Wonogiri, ikut terlibat dalam gerakan massal penghijauan tanam pohon di Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri.(Dok.Pendim 0728 Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Para anggota TNI AD dan personel polisi, ikut melakukan gerakan penghijauan massal dengan menanam bibit pohon. Ini dilakukan dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) Tahun 2025. Secara nasional, HMPI diperingati dengan mendasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia (RI) Nomor: 24 Tahun 2008.

Penerangan Kodim 0728 Wonogiri Peltu Indra, menyatakan, itu sebagaimana dilakukan oleh jajaran TNI AD di Koramil-19/Purwatoro Kodim 0728/Wonogiri, bersama personel Polsek Purwantoro Polres Wonogiri. Gerakan penghijauan massal dengan menanam bibit pohon, untuk tujuan melakukan konservasi tanah dan melestarikan alam.

Keppres RI Nomor: 24 Tahun 2008, menetapkan Tanggal 28 November sebagai HMPI. Tujuannya, untuk memasyarakatkan gerakan menanam dan memelihara pohon secara nasional, sebagai sikap hidup dan budaya bangsa Indonesia.

Gerakan penghijauan massal di Purwantoro, Wonogiri, dilakukan dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kandungan air tanah di daerah tangkapan air atau catchment area.
Untuk diketahui, catchment area adalah suatu wilayah geografis yang berfungsi sebagai area tangkapan air hujan yang mengalir ke aliran sungai, waduk dan danau.

Penanaman pohon memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Pohon mampu menyerap karbon dioksida (CO2). Sehingga membantu mengurangi dampak perubahan iklim global. Selain itu, dapat memperbaiki kondisi lingkungan yang telah mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia.

Dengan menanam pohon secara berkelanjutan, laju deforestasi dapat ditekan, sehingga hutan tetap terjaga. Pohon juga berkontribusi dalam menjaga produktivitas alam, misalnya dengan mempertahankan kesuburan tanah, mengendalikan erosi, serta melestarikan keanekaragaman hayati.

Kesimbangan

Keberadaan pohon berperan besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem, karena mampu menyediakan habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna. Pohon juga membantu mengurangi polusi, sekaligus meningkatkan kualitas udara. Selain itu, akar pohon berfungsi menstabilkan tanah, sehingga dapat mencegah resiko terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

Lokasi penanaman bertempat di Desa Bakalan Kecamatan Purwantoro, dengan diawali apel bersama. Kegiatan ini, melibatkan para anggota Koramil-19/Purwantoro yang dipimpin Pelda Suhargo. Juga melibatkan para personel dari Polsek Purwantoro dipimpin Kapolsek Iptu Nugroho Setyo Hartono, aparat dari Kantor Kecamatan Purwantoro dipimpin Sekretaris Kecaamtan (Sekcam) Samuri.

Hadir pula Pimpinan dan jajaran Balai Pengembangan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Solo, Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah XI Wonogiri, para Ketua dan Anggota Kelompok Tani se Desa Bakalan, para Perangkat Desa dan anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Ngudi Mulyo.

Pelda Suhargo, menyatakan, Desa Bakalan Kecamatan Purwantoro dipilih menjadi daerah prioritas penanganan rehabilitasi lahan. Dalam gerakan massal itu, ditanam sebanyak 35.000 bibit pohon pada areal seluas kurang lebih 6,75 Hektare (Ha). Jenisnya terdiri atas bibit Alpokat 9.100  batang, Gumbilina 3.900 batang, Petai 8.000 batang dan Jambu mete 9.500  batang. Pemilihan jenis tanaman produktif ini, disesuaikan dengan kondisi lahan setempat, dengan memperetimbangkan kemanfaatannya bagi masyarakat.

Bersamaan itu, juga digelar acara diskusi tentang pentingnya penghijauan dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. Juga akan dilakukan pemantauan bibit yang ditanam, dengan memberikan tindakan perawatan. Tujuannya, untuk memastikan bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik.(Bambang Pur)