blank
Para penulis buku melakukan deklarasi peluncuran buku yang diwakili oleh Ida Fitriningsih, Kepala SMAN 1 Jepara. Foto: Hadepe

JEPARA (SUARABARU.ID) – Bertepatan dengan Hari Guru Nasional, 50 orang guru  telah meluncurkan buku dengan judul Kado Hari Guru dari Penjuru Negeri. Peluncuran buku yang diterbitkan oleh Penerbit Diddaya Book Kendal ini berlangsung di Pendapa R.A. Kartini Jepara, Selasa 25 November 2025.

Peluncuran buku  yang ditulis para guru mulai dari Aceh hingga NTT ini dilakukan  dengan  deklarasi yang di sampaikan Ida Fitriningsih bersama para penulis buku. Buku ini berisi tulisan dalam bentuk artikel, puisi dan cerpen. Sebelumnya inisiator penerbitan buku ini, Farih F Mirza telah menyerahkan buku kepada Bupati Jepara H. Witiarso Utomo dan Ketua DPRD Agus Sutisna yang sedang ngantor di Desa Kecapi.

blank
Inisiator penerbitan buku Farih F Mirza saat menyerahkan buku kepada Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna yang sedang melakukan kegiatan Ngantor di Desa Kecapi. Foto: Dok

Menurut  Farih F Mirza,  penulis buku ini terdiri dari para guru negeri dan swasta yang tergabung dalam Komunitas Guru Menulis Indonesia. “Buku ini adalah mozaik cinta, dedikasi,  dan harapan  dari para pendidik serta pecinta pendidikan yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia,” tulis Farih  F Mirza dalam pengantar dalam buku tersebut.

Ia juga menjelaskan, setiap tulisan yang ada dibuku ini adalah wujud ketulusan. “Ada kisah haru, ada renungan mendalamn, dan ada pula potret nyata perjuangan guru.”Semua berpadu dalam rangkaian tulisan yang jujur dan menyentuh tentang dunia pendidikan kita. Ini persembahan yang kecil dari hati yang besar,” tuturnya.

blank
Ketua Yayasan Kartini Indonesia, Hadi Priyanto bersama para penulis. Foto: Dok

Sementara Dirjen Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru Kemendikdasmen, Prof. Dr. Nunuk Suryani M.Pd. menyatakan apresiasi dan rasa bangganya yang setinggi-tingginya kepada Komunitas Guru Menulis yang telah menggagas dan mewujudkan karya. “Kolaborasi para penulis dalam waktu yang singkat menunjukkan bahwa guru Indonesia tidak hanya cakap mengajar, tetapi juga memiliki kemampuan literasi dan refleksi yang merupakan bagian dari profesionalisme guru,” tulis Nunuk Suryani dalam sambutan pada penerbitan buku ini.

blank

Menurut Nunuk Suryani, buku ini bukan saja kumpulan tulisan, tetapi juga merupakan cerminan diri dan nurani para guru yang menggambarkan betapa besarnya peran dan tanggung jawab mereka dalam menjaga moral, membangun karakter dan menuntun arah peradaban bangsa. “Setiap tulisan dalam antologi ini menegaskan kembali makna guru yang “digugu dan ditiru”, sosok yang dipercaya, diteladani dan selalu berjuang tanpa pamrih untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ia juga mengungkapkan, dunia pendidikan di Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan besar di era digitalisasi, globalisasi, dan disrupsi teknologi. “Namun di tengah perubahan yang begitu cepat, guru  tetaplah menjadi jantung pendidikan. Teknologi dapat membantu, tetapi tidak akan pernah dapat mengganti sentuhan, kasih sayang, perhatian dan ketulusan seorang guru,” tegasnya.

Karena itu ia mengajak seluruh guru di Indonesia untuk terus belajar, mengasah kompetensi, berkarya dan berbagi inspirasi. “Melalui tulisan yang ada di buku   Kado Hari Guru dari Penjuru Negeri kita tidak hanya meninggalkan jejak pengetahuan, tetapi juga warisan nilai bagi generasi mendatang,” tuturnya.

Hadepe