KUDUS (SUARABARU.ID)- Tim peneliti Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara yang diketuai oleh Anita Afrianingsih, menggelar kegiatan diseminasi hasil penelitian prototype SAPA (Screening Awal Perkembangan Anak) sebagai inovasi instrumen asesmen digital untuk anak usia dini.
Penelitian ini merupakan bagian dari program pendanaan Kemdiktisaintek (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi) dalam skema penelitian pengembangan berbasis inovasi. Melalui prototype SAPA, tim peneliti berupaya menghadirkan solusi digital yang membantu guru PAUD dalam melakukan screening awal perkembangan anak secara cepat, akurat, dan mudah diterapkan di lembaga pendidikan.
Kegiatan diseminasi yang digelar di Kabupaten Kudus ini diikuti oleh 15 lembaga TK, perwakilan dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, serta Komunitas Guru Visioner Kudus. Peserta mendapatkan pemaparan hasil penelitian, sesi tanya jawab, serta pelatihan langsung dalam menggunakan aplikasi SAPA.
Anita Afrianingsih menjelaskan bahwa aplikasi SAPA dikembangkan untuk membantu guru melakukan pemantauan perkembangan anak secara komprehensif. “SAPA menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung asesmen perkembangan anak usia dini berbasis teknologi. Dengan aplikasi ini, guru dapat melakukan deteksi dini secara lebih efisien sekaligus terdokumentasi dengan baik,” ujarnya.
Peserta kegiatan menyambut positif hasil penelitian ini. Beberapa guru PAUD memberikan komentar dan saran agar aplikasi SAPA dapat terus disempurnakan, terutama dalam tampilan antarmuka dan penyesuaian indikator perkembangan sesuai konteks satuan PAUD.
Salah satu peserta dari Komunitas Guru Visioner oleh Ibu Aisyah Rofah, Kudus, menyampaikan bahwa SAPA sangat membantu guru dalam memahami profil perkembangan anak secara menyeluruh. “Aplikasi ini memudahkan kami untuk melihat hasil asesmen anak secara cepat, sekaligus menjadi bahan refleksi pembelajaran,” ungkapnya.
Perwakilan Disdikpora Kudus juga memberikan apresiasi atas langkah UNISNU Jepara dalam mengembangkan instrumen asesmen berbasis digital. Pihaknya berharap hasil penelitian ini dapat diperluas ke lembaga-lembaga PAUD lainnya di Kabupaten Kudus sebagai pilot project asesmen digital perkembangan anak.
Sebagai tindak lanjut, tim peneliti bersama mahasiswa UNISNU Jepara akan melakukan pendampingan dan uji coba lanjutan di beberapa lembaga PAUD mitra untuk menyempurnakan fitur SAPA sebelum diterapkan secara lebih luas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan SAPA dapat menjadi inovasi nyata dalam mendukung transformasi digital di bidang pendidikan anak usia dini, serta memperkuat kolaborasi antara kampus, pemerintah daerah, dan komunitas guru untuk mewujudkan layanan PAUD yang adaptif dan berkualitas.
ua













