blank
Sekretaris Perusahaan Bank Jateng Djaka Nur Sahid bersama Kepala Sub Divisi Komunikasi Korporat Sekretaris Perusahaan, Susiladi dan narasumber Jayanto Arus Adi dalam media gathering di Semarang. Foto: R. Widiyartono

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Bank Jateng menyelenggarakan media gathering dengan mengundang para pemimpin media di Semarang, di Hotel Frontone HK, Jalan Kesambi Semarang, Jumat 21 November 2025.

Gathering yang digelar kali ini, diakui oleh Sekretaris Perusahaan Bank Jateng Djaka Nur Sahid, berbeda dibanding kegiatan serupa sebelumnya. “Kalau sebelumnya kita hanya sarapan sambil mendengarkan musik, sekarang kita isi dengan bincang-bincang yang lebih khusus terkait dengan media,” kata Djaka Nur Sahid.

Menurut Djaka, kegiatan ini tak sekadar jadi pertemuan informal, tetapi juga forum strategis membahas profesionalisme pers di tengah derasnya hoaks dan disinformasi di era digital.

“Bank Jateng tidak bisa berdiri sendiri. Keberhasilan kami melayani masyarakat tidak lepas dari peran teman-teman media dalam menyajikan informasi akurat, berimbang, dan positif,” kata Djaka.

Sehubungan dengan itu, Bank Jateng ingin memperluas makna media gathering menjadi forum dialog mendalam terkait tantangan dan harapan pers. Tema yang diangkat yakni “Membangun Profesionalisme Wartawan: Tantangan dan Harapan di Era Disinformasi”.

Dikatakan, Bank Jateng juga merasa berkewajiban untuk meningkatkan profesionalitas wartawan dan kualitas media. Menurutnya, ini sangat relevan dan penting di tengah derasnya arus informasi digital yang sering kali dibahas di media, hoaks dan disinformasi.

“Peran media profesional menjadi benteng utama integritas publik,” ujarnya didampingi Kepala Sub Divisi Komunikasi Korporat Sekretaris Perusahaan, Susiladi.

Djaka berharap, forum ini bisa menjadi ruang kolaborasi antara Bank Jateng dan insan media dalam meningkatkan kualitas jurnalisme, terutama soal verifikasi, etika, dan komunikasi editorial yang berkelanjutan.

“Kami ingin Bank Jateng bukan hanya sebagai sumber berita tetapi sebagai institusi yang peduli terhadap kualitas media di Jawa Tengah, khususnya,” harapnya.

Media Gathering Bank Jateng menghadirkan narasumber Ahli Pers Dewan Pers, Jayanto Arus Adi. Jayanto yang menyebutkan kondisi pers Indonesia saat ini dinilainya tidak sedang baik-baik saja.

Dia menyebut, jumlah media di Indonesia saat ini sekitar 310 ribu baik cetak, elektronik, hingga online. Hal ini terjadi, karena mudahnya mendirikan media, meskipun pengelolanya tidak memiliki kecakapan yang memadai di bidang jurnalistik.

Empat Dasar Standar Dewan Pers

Jayanto menjelaskan adanya empat syarat dasar yang menjadi standar Dewan Pers dalam melihat profesionalitas media yakni wartawan bersertifikat UKW, perusahaan media terverifikasi, produk jurnalistik yang mengikuti Kode Etik Jurnalistik, serta mengedepankan etika.

Jika keempatnya terpenuhi, media disebut lebih terlindungi dari jeratan UU ITE maupun sengketa pemberitaan. “Ketika teman-teman ini medianya tidak lolos empat-empatnya, terutama untuk yang sertifikat uji kompetensi dan verifikasi. Sejauh karyanya tidak bersifat provokatif dengan niatan yang tidak baik, ini bagian dari proses yang harus dilakukan pembinaan,” ujar mantan Sekretaris PWI Jateng ini.

Jayanto juga memberikan contoh-contoh penanganan kasus sengketa media, yang ditangani Dewan Pers. Misalnya, ada yang mendirikan media karena seserang hendak mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

Ternyata media tersebut dimanfaatkan untuk menjatuhkan calon lainnya. “Ini tidak sehat,” kata Jayanto.

R. Widiyartono