SEMARANG SUARABARU.ID; Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk terus menjalankan dan semakin memperkuat penerapan sistem meritokrasi dalam tata kelola pemerintahan.
Menurutnya, meritokrasi merupakan fondasi penting dalam menciptakan pelayanan publik yang profesional, responsif, dan berintegritas.
Dia menegaskan, manajemen talenta ASN berbasis merit sistem harus menjadi komitmen bersama agar setiap aparatur dapat berkembang sesuai kompetensi dan kinerja.
“Penerapan sistem meritokrasi ini bukan hanya soal memenuhi standar kelembagaan, tetapi juga memastikan pelayanan publik berjalan lebih efektif dan menghadirkan kepuasan bagi masyarakat,” ujarnya.
Dia menilai, Jawa Tengah sudah menunjukkan kemajuan signifikan dalam implementasi sistem tersebut. Hal itu dibuktikan dengan raihan BKN Awards 2025, di mana Provinsi Jawa Tengah mendapat predikat terbaik se-Indonesia dalam penerapan manajemen talenta pegawai.
Menurut Politisi Partai Golkar tersebut, penghargaan ini menjadi bukti keseriusan Pemprov Jateng dalam membangun birokrasi yang modern dan adaptif.
“Manajemen talenta ASN di Jawa Tengah berjalan dengan baik dan harus dipertahankan. Kita patut mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran Pemprov, namun capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus melakukan pembenahan,” katanya.
Selain itu, dia juga mengapresiasi inovasi teknologi melalui Aplikasi JNN Jateng (Jateng Ngopeni Nglakoni). Aplikasi ini mengintegrasikan berbagai layanan publik dalam satu platform, sehingga memudahkan masyarakat mengakses informasi dan layanan pemerintah.
“Ini sangat membantu masyarakat dalam mengakses layanan seperti kanal aduan, bursa kerja, pendaftaran layanan kesehatan, dan layanan lainnya. Inovasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pelayanan publik yang prima,” jelasnya.
Saleh berharap penerapan meritokrasi dan transformasi digital di Jawa Tengah terus diperkuat agar kualitas layanan publik semakin meningkat serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.
“Dengan kombinasi SDM yang profesional dan teknologi yang mumpuni, pelayanan publik di Jawa Tengah akan semakin maju,” pungkas Saleh.













