blank
Pengurus Yayasan Pelestari Ukir Jepara, instruktur dan peserta kelas mengukir angkatan pertama. Foto: Sekar

JEPARA ( SUARABARU.ID) – Kelas  Mengukir Pelajar Tingkat SMP angkatan pertama  yang berlangsung 21 – 22 November 2025 di Galeri Jepara Wood Carving Performance Pantai Kartini Jepara selesai digelar, Sabtu 22/11-2025. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Pelestari Ukir Jepara bekerjasama dengan Paguyuban Pengukir Perempuan R.A. Kartini dan Paguyuban Pengukir Sungging Prabangkara ini diikuti   20  siswa SMPN 1 Jepara dan SMPN 3 Jepara dengan menghadirkan instruktur Sutrisna, Sutarya, Ali Afendi, Rumini dan Sokip.

Berdasarkan penilaian panitia, ada 3 siswa yang dinyatakan sebagai peserta terbaik yaitu  Ragheed SMPN 1 Jepara, Kenzi SMPN 1 Jepara dan Aldy SMPN 3 Jepara. “Kalau peserta ini dilakukan pembinaan yang berkelanjutan, maka akan ada optimisme pelestarian ukir Jepara dapat kita lakukan bersama,” ujar Sutrisna, instruktur yang membimbing peserta selama dua hari.

blank
Sutrisna saat memberikan evaluasi terhadap peserta. Foto: Wiwit TIC

Mantan guru ukir SMPN 6 Jepara  yang juga Wakil Ketua Yayasan Pelestari Ukir Jepara ini memuji ketekunan dan  karya yang dihasilkan, walaupun banyak peserta  yang baru pertama kali mengukir. “ Anak-anak Jepara jika dibina secara berkelanjutan ternyata memiliki ketrampilan mengukir. Ini mungkin yang diwariskan oleh leluhur Jepara,” ujar Sutrisna

blank
Sutarya saat memberikan motivasi terhadap para peserta kelas mengukir. Foto: Wiwit TIC

Harapan  terhadap peserta  juga muncul dari Ali Afendi. “Namun demikian kalian tidak boleh berhenti disini. Harus ada tahapan-tahapan berikutnya. Bisa dilingkungan sekolah maupun nyantrik kepada para pengukir yang ada dilingkungan kalian,” pinta Ali Afendi yang telah menjadi pelatih ukir di Pontianak, Aceh dan Ngawi.

blank
Ali Afendi, ketika memberikan motivasi kepada peserta kelas mengukir agar mencintai budaya. Foto: Hadepe

Sementara Sutarya, dosen seni ukir Unisnu Jepara yang juga wakil Ketua Yayasan Pelestari Ukir memberi apresiasi terhadap kemampuan peserta yang dalam waktu dua hari telah mampu menghasilkan karya. “Harapan kami program pelatihan bagi mereka tidak berhenti hingga kelak ada yang tampil sebagai maestro seni ukir Jepara seperti harapan Bapak Bupati Jepara,” tutur Sutarya.

blank
Pengurus Yayasan Pelestari Ukir, instruktur dan peserta Kelas Megukir Tingkat SMP Angkatan I. Foto: Sekar

Sekretaris Umum Yayasan Pelestari Ukir Jepara  Suyoto mengungkapkan, untuk Kelas Mengukir Tingkat SMP angkatan  kedua akan digelar pada hari Rabu – Kamis 26 – 27 November 2025 yang diikuti oleh siswa dari  SMPN 2  Jepara, SMPN 4 Jepara, SMPN 5 Jepara, SMPN 6 Jepara, dan MTs Nafa Petekeyan. “Kami juga akan membuka kelas mengukir bagi wisatawan sebagai ikhtiar untuk memperkenalkan budaya ukir kepada wisatawan mancanegara dan sekaligus mempromosikan potensi seni ukir Jepara,” pungkas Suyoto.

Hadepe