WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Owner Restauran Asia Wonosobo Valentina Sutini Tatang mengungkapkan restoran yang dikelola nya dulu didirikan oleh juru masak asal China yang bekerja di kapal Chicalengka.

“Tukang masak ini bernama Tam Hong dan akhirnya menetap di Wonosobo. Lalu membuka warung makan yang khusus menyediakan masakan Cina Canton. Waktu itu konsumennya adalah orang Belanda, Jepang, dan China,” kisah dia.
Kisah tersebut dibeberkan Valentina Sutini Tatang saat menjadi salah satu pembicara dalam “Talkshow Kuliner Legend di Wonosobo” di acara Festival Kuliner Legend yang digelar Komunitas Jurnalis Wonosobo (KJW) dan Disparbud setempat di Gedung Sasana Adipura Kencana, Jumat-Minggu, (21-23/11/2025).
Selain Valentina Sutini Tatang, talkshow tersebut juga menghadirkan Rakhma Abadi Setiawan, Ketua Tim Analis Kredit Produktif Bank Jateng Cabang Wonosobo. Dia lebih banyak bicara peluang pelaku UMKM kuliner bermitra dengan Bank Jateng untuk mengembangkan usaha kulinernya.
Valentina menjelaskan restoran Asia ini merupakan generasi ketiga dari Tam Hong. Suaminya yang bernama Tatang Harijanto (alm) merupakan cucu dari Tam Hong.
Sejak kecil suaminya sudah mendapatkan ilmu dari ibunya, Tam Jailing, anak semata wayang Tam Hong. Restoran Asia hingga kini terus berkembang berkat sentuhan lembut tangan Ibu Valentina Sutini Tatang yang merupakan cucu menantu Tam Hong.
Jika penasaran dengan masakan kuliner tahun 1933? Cobalah mampir ke Restoran Asia yang berada di Jl. Angkatan 45 No.43 Wonosobo Jawa Tengah.
Meski restoran tua, namun masakan di sana berhasil membuat ketagihan pengunjung baik lokal maupun luar negeri. Salah satu keunikannya, restoran ini menyajikan masakan dari Canton, salah satu daerah di Cina.
Suasana tempo doloe memang sudah terpancar begitu masuk ke Restoran Asia. Lampu disetting remang-remang dengan tambahan ornamen lukisan lawas serta meja dan kursi tua.
Di salah satu meja, sekitar tujuh turis asing terlihat lahap menikmati masakan restoran. Selang beberapa saat, rombongan company memesan dua meja untuk memesan masakan restoran.
Ayam Canton

Tiap harinya restoran ini tak pernah sepi dari pengunjung. Pemiliknya, Valentina Tinie Harijanto mengatakan pengunjung selalu merindukan Ayam Canton dari restorannya.
Ayam Canton adalah ayam kampung yang digoreng (tanpa direbus) yang dilengkapi garam wangi China. “Ayam Canton ini sudah populer sejak tahun 1933 lalu,” kata Valentina.
Selain Ayam Canton, menu khas lainnya adalah burung dara goreng, gurameh saos asam manis, steak lidah, lumpia Hongkong serta sup hipio atau sup gelembung ikan.
Dia mengatakan resep masakan Canton ini tidak berubah dari generasi pertama. Ayam gorengnya misalnya tetap renyah dan selalu dihidangkan dengan garam wangi China serta campuran rempah-rempah.
“Garam wangi China ini yang kami tumbuk sendiri. Ini yang tidak ada di restoran lainnya,” katanya.
Begitu pula dengan sup gelembung ikan yang harganya mencapai Rp 150.000 untuk per porsinya, tak kalah larisnya dengan ayam gorengnya. Semua masakan di restoran ini, lanjutnya, sangat mengutamakan kesegaran.
Valentina menjelaskan pelanggan restoran ini sudah sampai luar negeri. Tak hanya masyarakat umum, para pejabat pun baik lokal, luar daerah, dan nasional sering mampir di restorannya.
Bahkan katanya, ada musim-musim tertentu dimana turis rutin mengunjunginya. Misalnya bulan September hingga April kebanyakan adalah turis Asia dan Thailand.
Tak hanya menyajikan menu khas Cina Canton, restoran ini juga menyajikan jajanan tradisional lokal sebagai makanan pembuka. Ada tempe kemul, geblek, kue mangkok dan Sagon Wonosobo.
Restoran Asia sendiri buka setiap hari dari jam 09.00WIB – 15.30WIB dan jam 17.30WIB -21.00WIB. Restoran ini juga bisa dipesan untuk pesta, meeting serta gathering.
Muharno Zarka













