blank
Bupati Blora Arief Rohman mengatarkan keberangkatan jenazah Mbah Lasiyo, sesepuh kmunitas adat Sedulur Sikep atau Samin. Foto: Kudnadi

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 (SUARABARU.ID) — Meninggalnya tokok Sedulur Sikep atau komunitas Samin Karangpace, Mbah Lasiyo meninggalkan duka mendalam bagi warga Blora, secara khusus warga adat Sedulur Sikep.

Bupati Blora, Arief Rohman melayat bersama Forkopimda Blora untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Mbah Lasiyo, di kediamannya di Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Jumat 21 November 2025.

“Saya bersama Pak Kapolres mewakili Forkopimda dan juga masyarakat Kabupaten Blora kami menghaturkan bela sungkawa atas kapundhutipun Mbah Lasiyo, beliau adalah sesepuh kita, tokoh panutan di Blora, tentunya kita kehilangan beliau, selama ini beliau mengajarkan bagaimana tentang kehidupan, ini sangat bermakna sekali untuk kita semua,” ujar Bupati Blora di Pendopo Sedulur Sikep Samin Karangpace.

blank
Sugeng kondur Mbah Lasiyo. Foto: Wied

Bupati Blora mendoakan Mbah Lasiyo, Ia berharap agar nantinya perjuangan dari Mbah Lasiyo dapat terus dilanjutkan.

Baca juga Sesepuh Samin Mbah Lasiyo Dimakamkam di Situs Pemakaman Suro Engkrek

“Kita berdoa semoga beliau mendapat tempat disisi-Nya, diberikan tempat yang terbaik, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran, dan perjuangan Mbah Lasiyo bisa diteruskan oleh putra beliau dan tentunya kita semuanya,” harap Bupati Blora.

Bupati Blora bersama masyarakat Blora merasa kehilangan, Ia mengenang bahwa semasa hidup almarhum, Mbah Lasiyo dikenal sebagai seorang sesepuh adat yang berwibawa, sejuk, bijaksana dan mengayomi.

Menurut Bupati Blora, Mbah Lasiyo adalah sosok yang sederhana dan dapat merangkul seluruh golongan. Sekaligus tokoh budaya yang terus aktif melestarikan kearifan lokal sedulur sikep ‘samin’ di Kabupaten Blora.

Petuah Mbah Lasiyo

“Semenjak saya dulu saya menjadi Wakil Bupati, dan Bupati dua periode ini, beliau adalah tokoh yang mengajarkan tentang kebaikan, kejujuran, dengan orang tidak boleh dengki, iri, benci dan sebagainya,” ujar Bupati Blora.

“Makna-makna kehidupan yang selama ini diberikan oleh beliau, tentunya kita ingin meneladani ketokohan beliau,” tambahnya

Bupati Blora mengatakan bahwa saat Mbah Lasiyo dirawat di Rumah Sakit Blora, beliau masih dapat berkomunikasi dan bahkan sempat meminta didoakan. Namun, ketika Bupati menjenguknya di RSUP Dr. Kariadi Semarang, kondisi beliau sudah mulai melemah.

Bupati Blora mengungkap, bahwa Bupati berkunjung ke kediaman Mbah Lasiyo ketika menjelang Muharram atau Sura beberapa waktu lalu.

“Terakhir kesini menjelang Suronan kemarin, saya dan pak kapolres diminta menanggapkan wayang. Ketika suro ini beliau selalu ingin ada melestarikan kebudayaan, nguri uri kebudayan,” ungkap Bupati Blora.

Terpantau sejak Jumat 21 November 2025, nampak sudah banyak pelayat datang dikediamannya di Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo. Sebelum dimakamkan, Bupati Blora beserta para peziarah mensalati jenazah Mbah Lasiyo di Masjid Baitul Hadi Desa Klopoduwur.

Prosesi pemakaman dilakukan siang harinya sekira pukul 13.30 WIB., di area Situs Mbah Samin Suro Engkrek, yang berada tak jauh dari kediamannya.

Sejumlah karangan Bunga juga berjejer memenuhi halaman Pendopo Sedulur Sikep Samin Karangpace mulai dari berbagai institusi, BUMD, BUMN, dari Bupati dan Wakil Bupati Blora, Forkopimda Blora, Sekda Blora, hingga dari Kabareskrim Polri.

Kudnadi Saputro