YOGYAKARTA (SUARABARU.ID)– Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa), menyelenggarakan dua rapat kerja utama di Yogyakarta, Rabu-Kamis (19-20/11/2025).
Dua raker itu berupa Rapat Kerja Kesekuritian Hulu Migas Jabanusa 2025, dan Rapat Kerja Perizinan serta Pengelolaan Bahan Peledak (Handak), Hulu Migas Jabanusa 2025.
Kedua raker ini merupakan bagian dari upaya SKK Migas, untuk memperkuat tata kelola operasional hulu migas yang aman, taat regulasi, dan berwawasan Health, Safety, and Environment (HSE).
BACA JUGA: Pembakar Rumah Nasabah Bank Plecit Berhasil Diringkus
Dalam forum kesekuritian, SKK Migas bersama seluruh KKKS di wilayah Jabanusa, membahas strategi peningkatan keamanan operasi migas, penguatan kerja sama dengan aparat keamanan (TNI–Polri), serta sinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas wilayah operasi.
”Kesekuritian yang solid, akan menjamin kelancaran operasi hulu migas, serta menciptakan iklim investasi yang stabil dan kondusif,” ujar Anggono Mahendrawan, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/11/2025).
Selanjutnya, SKK Migas juga menggelar rapat kerja terkait perizinan dan pengelolaan bahan peledak (handak), yang digunakan dalam kegiatan survei seismik, konstruksi bawah laut, maupun pengeboran sumur eksplorasi dan eksploitasi.
BACA JUGA: Ketua Paguyuban Satpam Wonosobo Terpilih, Umam : Satu Hati Siap Mengabdi

Raker kedua itu bertujuan, untuk menyelaraskan proses perizinan pembelian, penguasaan, penyimpanan, penggunaan, dan pengangkutan bahan peledak, antara KKKS, Polri, dan SKK Migas.
Selain itu, penetapan standar keselamatan penyimpanan dan transportasi handak berizin, pengawasan stok, audit penggunaan, dan pelaporan rutin ke SKK Migas dan aparat keamanan, serta koordinasi terkait spesifikasi gudang handak, sesuai penetapan SNI 6911:2025.
Pengelolaan handak di industri migas, bukan hanya aspek teknis, tapi juga bagian penting dari sistim keselamatan Nasional. ”SKK Migas memastikan seluruh tahapannya berlangsung dengan aman, transparan, dan sesuai ketentuan perundangan,” tegas Anggono lagi.
BACA JUGA: SPPG Polres Tegal Kota Prioritaskan Cek Laboratorium Sebebelum Pemasakan
Kedua raker juga dihadiri perwakilan Kepolisian Daerah, TNI, KKKS, dan vendor berizin, yang menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat rantai pengawasan, kepatuhan, dan keamanan Nasional di sektor energi.
SKK Migas Jabanusa berharap, hasil dari kedua raker itu dapat menghasilkan, Standar Operasional Prosedur (SOP) Terpadu, antara KKKS, SKK Migas, dan aparat keamanan. Selain itu, adanya penguatan kesadaran keamanan dan HSE, di seluruh level operasional.
Dan yang terpenting, sistim komunikasi yang cepat dan terpadu, dalam menangani potensi gangguan keamanan, maupun risiko bahan peledak. Hal itu karena, pihaknya menempatkan keselamatan, keamanan, dan kepatuhan regulasi, sebagai prioritas utama dalam setiap kegiatan hulu migas.
”Raker ini juga bertujuan untuk memastikan, setiap proses dari perizinan hingga pelaksanaan lapangan, terkoordinasi dengan baik dan memenuhi standar Nasional,” imbuh Anggono, yang juga menjadi Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa.
Riyan













