SEMARANG (SUARABARU.ID) – Ratusan mahasiswa Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 (Untag) Semarang mendatangi Mapolda Jateng di Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (19/11/2025).
Mereka mendatangi Polda Jateng dengan membentangkan spanduk bertuliskan ‘JUSTICE FOR LEVI”, menuntut penanganan secara transparan atas kematian dosennya, Dr DL yang meninggal di sebuah kostel di Jalan Telaga Bodas Raya.
Mereka menilai ada kejanggalan dalam kematian Dr DL ini, karena meninggal dalam keadaan tanpa busana dan tergeletak di lantai. “Kami sempat melaksanakan orasi. Tuntutan kita Adalah transparansi atas peristiwa yang terjadi,” kata perwakilan mahasiswa Antonius Fransiskus Polu.
Kejanggalan, korban ada riwayat sakit darah tinggi, hasil otopsi yang didapat secara lisan dari RS Dokter Kariadi. “Korban memeriksakan diri dengan posisi darah tinggi. Kemudian balik kosan ada aktivitas ekstra sehingga jantungnya pecah,” kata Antonius.
Baca juga Seorang Perempuan Dosen Untag Meninggal di Kostel, Polisi Berpangkat AKBP Jadi Saksi Kunci
Antonius juga menyatakan belum tahu bagaimana hubungan antara Dr DL dengan oknum polisi yang menjadi saksi kunci. Menurutnya ini juga perlu diusut. “Kejanggalan lainnya, barang-barang pribadi korban ada yang hilang, yaitu handphone. Kami khawatir barang bukti ini sengaja dihilangkan dari kasus ini. Terlebih ada jeda waktu antara kejadian saat korban ditemukan meninggal sampai saat pelaporan ke pihak kampus,” kata Antonius.
Diterima di Gedung Borobudur
Kedatangan mereka ke Mapolda Jateng diterima oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Dwi Subagio, Kabid Propam Kombes Pol Saiful Anwar, dan Kabid Humas Kombes Pol Artanto di Gedung Borobudur.
Dalam audiensi ini, mahasiswa mempertanyakan sejumlah kejanggalan yang terjadi, dalam peristiwa meninggalnya dosen mereka. “Kami meminta Polda Jateng transparan atas kronologi kejadian dalam kasus kematian dosen kami. Kasus ini agar diusut dengan seterang-terangnya dan seadil-adilnya,” ujar Antonius.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio mengatakan, penanganan penyelidikan kasus ini selanjutnya diambil alih oleh Polda Jateng. Pemeriksaan yang sudah dilakukan di antaranya terhadap sejumlah saksi dan penjaga kostel. Sedangkan untuk keluarga korban masih diagendakan.
Pengambilalihan penanganan kasus ini, kata Kmbes Dwi Subagio, agar lebih cepat terkuak. Kini masih dilakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti-bukti untuk mengusut kasus ini, untuk diketahui adanya unsur pidana atau tidak.
AKBP B, yang terkait dengan kasus ini Adalah perwira menengah yang bertugas Direktorat Samapta Jateng. Kombes Dwi mengatakan, AKBP B memang mengakui sempat beberapa kali bersama korban. Tentang hubungan antara keduanya, kini masih didalami.
Terkait dengan kejanggalan-kejanggalan yang ada, Kombes Dwi mengatakan, pihaknya sedang bekerja untuk mengungkapnya. “Tetapi soal penyebab kematian korban kami tidak bisa berspekulasi. Kami menunggu hasil autopsi,” kata dia.
Sementara itu Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengatakan, kedatangan mahasiswa Untag ke Polda Jateng merupakan bentuk dukungan moril dan semangat bagi penyidik untuk mengungkap kasus ini secara transparan.
wied













