blank

Oleh : Averroes Schuyler Xavier Mohammad Cordovi

Setiap tanggal 17 November, dunia memperingati Hari Pelajar Internasional, sebuah momentum yang lahir dari sejarah panjang perjuangan mahasiswa mempertahankan kebebasan akademik dan hak atas pendidikan. Peringatan ini tidak sekadar menjadi agenda simbolik tahunan, tetapi juga pengingat bahwa pelajar memiliki kontribusi strategis dalam membentuk arah masa depan masyarakat global. Dari Yaman, negara yang hingga kini menghadapi dinamika kemanusiaan dan sosial yang kompleks, makna ini terasa jauh lebih relevan dan nyata.

Akar sejarah Hari Pelajar Internasional berawal dari tragedi penyerbuan Universitas Charles di Praha pada 1939 oleh rezim Nazi. Penangkapan, deportasi, dan eksekusi yang menimpa para mahasiswa saat itu menjadi bukti bahwa pembungkaman ruang akademik dapat berdampak serius bagi masa depan suatu bangsa. Sejak saat itu, dunia menyadari pentingnya menjamin kebebasan akademik, lingkungan belajar yang aman, dan penghormatan terhadap suara pelajar sebagai bagian dari hak asasi manusia.

Sebagai pelajar Indonesia yang menimba ilmu di Yaman, saya melihat peringatan ini sebagai ajakan untuk merefleksikan posisi, peran, dan tanggung jawab pelajar Indonesia di tengah pergaulan internasional. Yaman adalah negeri yang menyimpan kekayaan tradisi keilmuan, sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan menjadi pilar harapan di tengah berbagai keterbatasan. Di kampus-kampus tempat kami belajar, tidak jarang proses akademik harus menyesuaikan kondisi lapangan, mulai dari infrastruktur terbatas hingga gangguan konektivitas. Namun situasi tersebut justru menguatkan kesadaran bahwa belajar adalah upaya strategis untuk bertahan, bangkit, dan memperbaiki kehidupan.

Dalam berbagai interaksi lintas budaya dan dialog internasional yang kami bangun, pelajar Indonesia di Yaman menjadi jembatan diplomasi yang tidak resmi namun efektif. Melalui kegiatan akademik, pertukaran budaya, dan partisipasi dalam forum internasional, kami membawa nama Indonesia sekaligus menjalin persahabatan dengan pelajar dari berbagai negara. Diplomasi pelajar seperti ini memiliki dampak penting: menciptakan persepsi positif, memperkuat hubungan antarbangsa, dan mendorong kolaborasi yang produktif di masa depan.

Sebagai pengurus Bidang Diplomasi dan Hubungan Luar Negeri PPI Yaman, saya menyaksikan bagaimana jaringan antar pelajar mampu melampaui batas geografis dan politik. Dialog yang dibangun oleh pelajar sering kali lebih terbuka, kritis, dan berorientasi pada penyelesaian masalah. Hal ini terjadi karena pelajar tidak dibebani kepentingan politik jangka pendek. Mereka lebih mengutamakan persaudaraan global, rasa ingin tahu, dan komitmen untuk mewujudkan dunia yang lebih damai. Inilah kekuatan yang menjadikan peran pelajar sangat strategis dalam dinamika global.

Tantangan yang dihadapi pelajar saat ini semakin beragam. Konflik, ketidakstabilan politik, krisis ekonomi, hingga ketimpangan akses pendidikan masih menjadi masalah di banyak negara. Di Yaman sendiri, sebagian pelajar lokal harus menghadapi dilema antara melanjutkan pendidikan atau bekerja demi keberlangsungan hidup keluarga. Kesenjangan digital juga menjadi tantangan tersendiri ketika sarana teknologi belum merata. Dalam konteks inilah solidaritas global antar pelajar menjadi sangat penting. Kolaborasi lintas negara dalam menyediakan sumber belajar, advokasi hak pendidikan, atau dukungan kemanusiaan dapat menjadi kontribusi nyata bagi keberlangsungan pendidikan masyarakat dunia.

Melalui berbagai program dan inisiatif, PPI Yaman berupaya memastikan pelajar Indonesia tetap mendapatkan dukungan akademik dan sosial selama berada di Yaman. Kami membangun kerja sama dengan lembaga pendidikan lokal, komunitas diaspora, serta organisasi internasional untuk memfasilitasi kegiatan ilmiah, dialog kebijakan, dan ruang pengembangan diri. Selain itu, kami berupaya menyiapkan pelajar Indonesia agar memiliki kemampuan diplomasi kultural yang baik, sehingga mereka mampu menjadi representasi bangsa yang cerdas, santun, dan berintegritas.

Namun, Hari Pelajar Internasional bukan hanya tentang diplomasi keluar, ia juga merupakan momentum introspeksi ke dalam. Pelajar Indonesia di luar negeri memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik bangsa, memperluas wawasan global, serta menanamkan nilai-nilai persatuan dalam setiap interaksi. Pendidikan yang diterima di luar negeri seharusnya menjadi modal untuk memberikan kontribusi nyata setelah kembali ke Tanah Air, baik dalam bidang akademik, sosial, budaya, maupun pembangunan nasional secara lebih luas.

Yaman, dengan seluruh dinamika dan keunikan masyarakatnya, mengajarkan kepada kami pentingnya ketabahan, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman. Warisan intelektual para ulama dan cendekiawan Yaman yang mengedepankan hikmah dan perdamaian menjadi inspirasi berharga bagi pelajar Indonesia untuk membangun karakter yang bijaksana dan moderat. Nilai-nilai ini penting untuk terus dijaga, terutama di era modern yang penuh tantangan ideologis dan informasi yang tidak selalu akurat.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, pelajar juga harus mampu menjadi penjaga literasi digital. Penyebaran hoaks, polarisasi opini, dan arus informasi tanpa verifikasi menjadi tantangan baru yang dapat mengganggu kualitas pendidikan dan kehidupan sosial. Pelajar Indonesia, sebagai kelompok yang akrab dengan teknologi, dituntut untuk bersikap kritis, objektif, dan bertanggung jawab dalam mengonsumsi maupun menyebarkan informasi.

Maka, dalam peringatan Hari Pelajar Internasional tahun ini, ada beberapa pesan penting yang patut digarisbawahi. Pertama, pelajar harus terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis agar mampu menghadapi tantangan global dengan bijak. Kedua, semangat solidaritas antarpelajar harus dirawat sebagai modal penting dalam membangun hubungan internasional yang harmonis. Ketiga, pelajar Indonesia perlu memastikan bahwa kesempatan belajar yang diperoleh baik di dalam maupun luar negeri diterjemahkan menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Pada akhirnya, Hari Pelajar Internasional adalah panggilan untuk bergerak dan berbuat. Dari Yaman, dari berbagai ruang belajar yang penuh keterbatasan namun kaya pengalaman, kami terus berusaha menjaga nyala semangat itu. Pelajar Indonesia memiliki potensi besar untuk memberikan perubahan positif, bukan hanya bagi Tanah Air, tetapi juga bagi dunia secara keseluruhan.

Selamat Hari Pelajar Internasional.

Semoga pelajar Indonesia terus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan ilmu, perdamaian, dan kemanusiaan.

Penulis adalah Pengurus Bidang Diplomasi Hubungan Luar Negeri Perhimpunan Pelajar Indonesia Yaman, Putra Jepara