KUDUS (SUARABARU.ID) – Seorang petani lanjut usia asal Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, dilaporkan hilang secara misterius di area perkebunan tebu setelah kebakaran melanda lahan miliknya pada Rabu (10/6/2026) sore.
Korban diketahui bernama Ngatmono (70), warga Dukuh Bogol RT 05 RW 03 Desa Kedungsari. Hingga Kamis (11/6/2026), keberadaannya masih belum diketahui meski pencarian telah dilakukan oleh keluarga, warga, relawan, dan unsur kebencanaan.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kudus, Ahmad Munaji, membenarkan adanya laporan dugaan orang hilang di area perkebunan tebu tersebut.
Menurutnya, laporan pertama diterima setelah warga menemukan kebakaran di lahan milik korban dan tidak mendapati keberadaan pemilik lahan di lokasi.
“Korban atas nama Ngatmono, usia sekitar 70 tahun, hingga saat ini belum ditemukan. Saat kejadian, warga melihat adanya kebakaran di area lahan tebu milik korban. Setelah api berhasil dipadamkan, korban tidak ditemukan sehingga dilakukan pencarian,” ujar Ahmad Munaji, Kamis (11/6/2026).
Peristiwa bermula sekitar pukul 15.00 WIB ketika dua warga setempat, Sarlan dan Sri, melihat kobaran api di area lahan tebu milik Ngatmono. Keduanya kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan.
Sri selanjutnya menghubungi keluarga korban dan warga sekitar. Warga pun berdatangan untuk membantu memadamkan api yang membakar lahan tebu tersebut.
Setelah api berhasil dipadamkan secara swadaya, warga mulai mencari keberadaan Ngatmono. Namun hingga petang hari, korban tidak ditemukan.
Motor, Arit, dan Cangkul Ditemukan di Lokasi
Dalam proses pencarian, warga menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban. Di antaranya sebuah sepeda motor Honda Astrea Grand berpelat nomor K 4830 CK, sebuah arit pemotong rumput, dan sebuah cangkul yang tertinggal di area perkebunan.
Temuan tersebut menjadi petunjuk penting bagi tim pencari karena mengindikasikan korban sempat berada di lokasi sebelum dinyatakan hilang.
“Di lokasi ditemukan kendaraan milik korban beserta peralatan pertanian yang biasa digunakan. Berdasarkan temuan tersebut, kemungkinan korban masih berada di sekitar area lokasi hilang,” katanya.
Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki keterbatasan fisik karena mengalami cedera kaki yang menyebabkan jalannya pincang.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian tim pencari dalam menentukan strategi penyisiran di lapangan.
Tiga Petak Kebun Tebu Hangus Terbakar
Data BPBD menunjukkan sedikitnya tiga petak lahan tebu di kawasan tersebut hangus terbakar. Sementara satu petak lainnya diketahui telah selesai dipanen sebelumnya.
Warga bersama keluarga sempat melakukan pencarian mandiri hingga pukul 18.00 WIB. Karena belum membuahkan hasil, pencarian dilanjutkan hingga sekitar pukul 23.30 WIB dengan menyisir area perkebunan tebu yang cukup luas. Namun hingga malam hari, keberadaan Ngatmono masih belum diketahui.
Pihak keluarga juga telah memastikan bahwa korban tidak berada di rumah maupun mengunjungi kerabat dekat.
Tim Gabungan Diterjunkan
BPBD Kudus bersama berbagai unsur terkait kini terus melakukan koordinasi untuk operasi pencarian lanjutan.
Tim yang terlibat antara lain Polsek Gebog, Pemerintah Desa Kedungsari, Destana, Satgas BPBD, CBP Kaliwungu, FRPB Kudus, Bagana NU Kudus, dan GRI Kudus.
Menurut Ahmad Munaji, pencarian menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi medan yang cukup sulit. “Kendala utama adalah luasnya area pencarian, tanaman tebu yang lebat dan rapat, keterbatasan personel, serta minimnya penerangan saat malam hari,” jelasnya.
Meski demikian, tim gabungan tetap optimistis korban dapat ditemukan. Upaya penyisiran akan terus dilakukan dengan memperluas area pencarian di sekitar lokasi ditemukannya kendaraan dan alat pertanian milik korban.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan. Harapannya korban segera ditemukan,” pungkas Ahmad Munaji.
Hingga berita ini ditulis, proses pencarian terhadap Ngatmono masih berlangsung.
Ali Bustomi













