JEPARA (SUARABARU.ID) – Kreativitas dan bakat para siswa MTs Matholi’ul Huda Troso kembali bersinar dalam gelaran Pentas Seni 2026 yang berlangsung meriah pada Rabu (10/6/2026). Berbagai penampilan seni yang dipersiapkan oleh siswa kelas IX berhasil memukau para guru dan siswa siswi kelas 7 dan 8 serta siswa siswi MA kelas 10,11, dan 12 yang hadir sejak pagi hingga siang hari.
Kegiatan diawali dengan penampilan rebana yang menghadirkan suasana religius dan khidmat. Selanjutnya, acara dibuka secara resmi melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan, serta penayangan video pembuka sebelum para peserta menampilkan berbagai pertunjukan yang telah dipersiapkan selama beberapa minggu terakhir.
Kepala MTs Matholi’ul Huda Troso yang diwakili oleh Agus Siswanto, S.Ag menyampaikan bahwa pentas seni merupakan kegiatan yang sangat penting bagi perkembangan peserta didik. Menurutnya, acara tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga wadah bagi siswa untuk menyalurkan minat dan bakat yang dimiliki.

Mewakili Kepala MTs Matholi’ul Huda Troso, Agus Siswanto, S.Ag menyampaikan sambutan dalam pembukaan Pentas Seni 2026. Foto: Syaifur Rohman
[
Rangkaian pertunjukan dimulai dengan penampilan Thongtek yang mampu membangkitkan semangat penonton. Setelah itu, suasana semakin meriah melalui Grand Opening yang menampilkan kolaborasi kreativitas siswa dalam balutan musik dan koreografi yang menarik.
Penampilan drama bertajuk “Murid Terbaik” berhasil mengundang perhatian penonton melalui pesan-pesan pendidikan yang disampaikan. Selanjutnya, para siswa menampilkan Modern Dance dengan gerakan energik yang mendapat sambutan hangat dari penonton

Tak kalah menarik, Drama Musikal “Lemari Waktu” sukses membawa penonton larut dalam alur cerita yang dipadukan dengan unsur musik dan akting yang apik. Penampilan tersebut menjadi salah satu sajian yang paling dinantikan dalam pentas seni tahun ini.
Sementara itu, Tari Utah Semeru yang dibawakan oleh para siswi tampil memukau dengan gerakan yang dinamis dan penuh semangat. Tarian tersebut menggambarkan perjuangan para penambang belerang di kawasan Gunung Semeru, sekaligus menunjukkan kekompakan para penari dalam membawakan setiap gerakan.
Nuansa budaya tradisional semakin terasa melalui pementasan Ketoprak “Cindelaras”, yang mengangkat kisah rakyat legendaris Jawa. Para pemain berhasil menghidupkan cerita dengan penampilan yang menghibur sekaligus sarat pesan moral

.
Selain itu, penonton juga disuguhkan Tari Kreasi Tradisional dan Sendratari “Hikayat Nusantara” yang menampilkan kekayaan budaya Indonesia melalui kostum, musik, dan koreografi yang memikat.
Gelak tawa penonton pecah saat kelompok pantomim menampilkan “Kisah Kisruh di Sekolah”, sebuah pertunjukan tanpa dialog yang sarat humor dan pesan edukatif. Acara kemudian dilanjutkan dengan Drama Komedi “Tunggu Aku di Hari Raya Nanti” yang menjadi salah satu penampilan penutup sebelum kegiatan berakhir.
Antusiasme juga datang dari para penonton. Evis, siswa kelas XII MTs Matholi’ul Huda Troso, menilai penampilan yang disuguhkan pada Pentas Seni 2026 sangat menarik. Ia mengapresiasi pemilihan kostum dan lagu yang dinilai mampu mendukung penampilan para peserta di atas panggung.
“Kostumnya bagus-bagus dan lagu yang dipakai juga bagus, sehingga setiap penampilan terlihat lebih hidup dan menarik untuk ditonton,” katanya.
Pentas Seni MTs Matholi’ul Huda Troso 2026 berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari siswa siswi kelas 9. Beragam penampilan yang ditampilkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi bukti kreativitas serta kemampuan siswa dalam mengembangkan bakat di bidang seni dan budaya. Melalui kegiatan ini, madrasah terus berupaya menghadirkan ruang bagi siswa untuk berkarya, berekspresi, sekaligus membangun mental yang kuat melalui pengalaman tampil di depan publik.
Muhammad Fikri Haikal













