blank
Empat tokoh penting dalam even Bank Jateng Borobudur Marathon tampil dalam jumpa pers hari ini, Sabtu (15/11/25). Foto: eko

KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) – Sekitar 11.500 pelari nasional dan mancanegara akan mengikuti event Borobudur Marathon 2025, Minggu (16/11/25). Peserta lari Marathon sekitar 4.000 orang, Half Marathon sekitar 4.300 orang, 10 K sekitar 3.400 orang.

Sekda Jawa Tengah, Sumarno, dalam konferensi pers di Grand Artos Hotel, Magelang, Sabtu (15/11/2025), berpesan kepada peserta harus bisa mengatur manajemen power (kekuatan) pribadi. Dia mengamati, peserta anak muda belum begitu pintar mengatur itu. Dicontohkan, belum lama ini ada event di Jakarta, banyak peserta yang tumbang. Karena dari awal di -push.

“Kita butuh mendistribusi power untuk lari 42 kilometer. Pelari muda yang penting mengatur kekuatan,” ujarnya.

Selebihnya dikatakan, dari event tersebut diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi di wilayah Borobudur. Disebutkan, pergerakan ekonomi di event tahun 2017 sebesar Rp 1,5 miliar, tahun 2018 meningkat menjadi Rp 26,5 miliar,  di tahun 2019 meningkat menjadi Rp 30,5 miliar dan tahun 2023 Rp 61,6 miliar.  Selanjutnya tahun 2024 menjadi Rp 73,9 miliar.

Di event tahun ini dia berharap pengaruh ekonominya meningkat lebih besar lagi. Karena dari sisi partisipan meningkat, peserta asing asal 38 negara. “Yang masih menjadi PR, kami ingin mendorong agar peserta lebih lama menginap di kawasan Borobudur, Magelang,” harapnya.

Evaluasi

Menurut dia, itu bisa menjadi evaluasi. Kemungkinan peserta dari luar kota hanya menginap satu malam dan setelah mengikuti Borobudur Marathon langsung pulang . “Kami berharap dari event ini bisa menginap tiga hari,” ujarnya.

Terkait keinginan itu, dia ingin ke depan ada evaluasi untuk mendorong agar waktu menginapnya lebih lama. “Kami berharap juga ada dampak positif di sektor UMKM,” katanya.

Event bergengsi yang memasuki tahun ke-9 itu akan start Minggu (16/11/25) pukul 04.30. Dalam jumpa pers tersebut hadir Dirut Bank Jateng Irianto Harko Saputro, Ketua Yayasan Borobudur Marathon Liem Chie An dan Pemimpin Redaksi Harian Kompas Haryo Damardono.

Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Haryo Damardono, menuturkan, selama sembilan tahun penyelenggaraan Bank Jateng Borobudur Marathon  (BJBM) selalu berhasil menjadi ruang bagi ribuan kisah tentang semangat, perjuangan dan kebersamaan yang tumbuh di lintasan dan di hati masyarakat Jawa Tengah. “Tahun ini, dengan tema ‘Stride to Glory’, kami melihatnya sebagai ajakan untuk merayakan setiap langkah dalam perjalanan panjang menuju kejayaan. Kejayaan yang lahir dari kerja sama, konsistensi, cinta terhadap Magelang dan Jawa Tengah,” ujarnya.

Direktur Utama Bank Jateng Irianto Harko Saputro turut menambahkan bahwa semangat Stride to Glory tidak hanya dihadirkan di lintasan, tetapi juga terwujud melalui upaya nyata untuk menggerakkan potensi lokal. “Tahun ini, kami menghadirkan kembali Pasar Harmoni, hasil kolaborasi antara Bank Jateng Pawone dan Jateng Berdikari. Di sini, seluruh potensi Jawa Tengah disajikan lengkap, mulai dari kuliner, kriya, hingga fashion, semuanya hadir di Bank Jateng Borobudur Marathon 2025,” paparnya.

Dia menyebutkan, di BJBM 2025, terdapat 20 UMKM terpilih dari Bank Jateng Pawone yang akan
menampilkan produk unggulan mereka. Sementara itu, dari program Jateng Berdikari, turut hadir 40 UMKM yang tersebar dari tujuh wilayah di Jawa Tengah, menghadirkan beragam potensi daerah yang mencerminkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat Jawa Tengah. “Melalui Bank Jateng Borobudur Marathon, Bank Jateng ingin terus menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi dan kebanggaan daerah, memastikan bahwa setiap langkah menuju garis
finish juga membawa manfaat bagi masyarakat, budaya, dan pariwisata Jawa Tengah,” tutupnya.

Eko Priyono