MAGELANG (SUARABARU.ID) –
Muhammadiyah Tobacco Control Center Universitas Muhammadiyah Magelang (MTCC UMM) memberikan plakat kawasan tanpa rokok (KTR), kepada semua organisasi perangkat daerah dan mobil angkutan umum, hari ini Jumat (14/11/25). Diberikan dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025 tingkat Pemkot Magelang, di Taman Kyai Langgeng Ecopark, Kota Magelang.
Ketua MTCC Unimma, Dr Retno Rusdjijati MKes, di sela acara itu mengatakan, Pemkot Magelang sudah punya Perda Kawasan Tertib Rokok (KTR). Tetapi sampai sekarang penegakannya belum maksimal.
Melalui kegiatan HKN itu dimanfaatkan untuk mengingatkan kembali pentingnya kawasan tertib rokok bagi kesehatan. Diwujudkan dengan memberikan plakat KTR kepada semua organisasi perangkat daerah (OPD), tentang larangan merokok. Kemudian juga pelabelan kepada angkutan kota (angkot) yang merupakan salah satu kawasan tanpa rokok.
Secara simbolis Walikota Magelang H Damar Prasetyono dan Wakil Walikota dr Sri Harso memasang stiker di dua mobil Angkot Nopol AA-1006-OA dan AA-1455-DA. Walikota dalam kesempatan itu mengatakan, investasi terbesar bagi sebuah negara adalah kesehatan pada generasinya. Terutama generasi muda yang akan menjadi penggerak dan penerus menuju Indonesia Emas 2045.
Kesadaran menjaga kesehatan harus dimulai dari diri sendiri dari hal-hal paling sederhana. “Mari kita biasakan berperilaku hidup bersih dan sehat,” ajaknya.
Dr Retno Rusdjijati MKes selebihnya memaparkan, maksud kegiatan itu untuk mengingatkan dan segera dibuat Peraturan Walikota tentang pelaksanaan Perda KTR. Kegiatan itu sekaligus sebagai upaya penguatan implementasi Perda KTR Kota Magelang Nomor 2 Tahun 2024. “Pemasangan plakat dan stiker ini sebagai salah satu wujud nyata komitmen daerah dalam menciptakan lingkungan publik yang sehat, bersih, dan bebas asap rokok,” tuturnya.

MTCC Unimma memfasilitasi pemasangan stiker KTR di angkutan kota itu untuk meningkatkan kesadaran publik, bahwa transportasi umum termasuk dalam katagori area yang wajib bebas dari asap rokok. “Melindungi generasi muda dari bahaya tembakau adalah
tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan pembagian plakat dan pemasangan stiker KTR ini, kami ingin menegaskan bahwa MTCC Unimma berkomitmen mendampingi Pemkot Magelang mewujudkan kota yang sehat dan ramah bagi semua warganya,” imbuhnya.
Disebutkan, data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2023 menunjukkan proporsi perokok Indonesia yang berusia 15 tahun ke atas sebanyak 28,62%. Jumlah tersebut diproyeksi akan terus bertambah. World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa jumlah perokok di Indonesia diprediksi mencapai 38,7% dari total penduduk pada tahun 2025.
Selanjutnya, data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga menunjukkan bahwa jumlah perokok aktif diperkirakan mencapai 70 juta orang, dengan 7,4% di antaranya perokok berusia 10-18 tahun. Kelompok anak dan remaja merupakan kelompok dengan peningkatan jumlah perokok yang paling signifikan.
Bahaya pertumbuhan perokok aktif di Indonesia, terutama pada anak remaja menjadi sorotan utama MTCC Unimma. Oleh karenanya, menurut dia, harus ada upaya preventif seperti penerapan KTR di sekolah, fasilitas kesehatan, kantor pemerintahan dan sarana transportasi untuk menjaga generasi tetap sehat dan produktif.
Momentum HKN tahun ini menjadi pengingat bahwa lingkungan bebas asap rokok adalah hak setiap
warga negara. KTR merupakan upaya strategis untuk menurunkan angka penyakit tidak menular, melindungi anak-anak dari paparan asap rokok dan memastikan generasi penerus tumbuh dalam
lingkungan yang sehat. “Generasi sehat akan melahirkan masa depan yang hebat,” tuturnya.
Eko Priyono













