blank
Kondisi salah satu rumah warga di Wonosobo yang mendapatkan program bedah rumah dari Panitia HKN ke-61 tahun 2025. Foto : SB/dok Humas HKN

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Panitia Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Kabupaten Wonosobo, berhasil mewujudkan program sosial bedah rumah tak layak huni (RTLH) milik 5 warga kurang mampu.

Ketua Panitia HKN ke-61 Kabupaten Wonosobo Aan Rudiyanto menyebut kelima RTLH yang berhasil dibedah, yakni milik Kuswanto warga Kemiri RT 04 RW 02, Wringinanom, Kertek dan Painem warga Karang sari RT 02 RW 01 Wonorejo, Selomerto.

Selain itu, juga rumah milik Manijo Keling warga Mirombo RT 02 RW 02 Rojoimo Wonosobo, Suyati warga Sambek RT 02 R W 06 Sambek Wonosobo dan rumah milik Maniah Madukoro RT 03 RW 04
Bumireso Wonosobo.

“Kelima warga tersebut masuk dalam kategori miskin ekstrem di Wonosobo dan memang layak dibantu pembangunan RTLH. Program tersebut merupakan bentuk kepedulian insan kesehatan dan pemerintah daerah setempat,” tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonosobo Jaelan Sulat, Rabu (12/11/2025) menyebut RTLH milik warga yang dibangun memang masuk data kategori miskin ekstrem di daerahnya dan perlu dibantu semua pihak.

“Di Wonosobo masih terdapat banyak RTLH dan warga miskin ekstrem. Pemerintah daerah setempat belum sepenuhnya bisa mengatasi persoalan tersebut. Karena itu kepedulian dari panitia HKN tahun ini sangat membantu mengurangi angka RTLH yang ada,” akunya.

Menurut Jaelan, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat sendiri menekankan peringatan HKN tahun ini lebih diarahkan ke kegiatan yang bersifat sosial bukan ceremonial. Bakti sosial kemudian diwujudkan dalam bentuk pemeriksaan kesehatan gratis dan bedah rumah.

Peduli Sosial

blank
Kepala DKK Wonosobo, Dr H Jaelan Sulat, SKep MKes. Foto : SB/Muharno Zarka

Direktur RSI Wonosobo dr H Sudomo menyatakan proses bedah rumah telah terlaksana dengan baik. Pemilik rumah yang dibedah menyampaikan terima kasih pada panitia HKN ke-61 dan sangat merasakan manfaat dari program bedah rumah. Tempat tinggal yang semula tak layak huni kini sudah layak huni.

“Kami tentu sangat berterima kasih pada Pemkab Wonosobo, RSUD Soetjonegoro, RS PKU Muhammadiyah, RSI, RSIA Adina, RS A’is dan semua pihak yang telah mensuport kegiatan bakti sosial bedah rumah. Semoga amal kebaikan tersebut bermanfaat,” ujarnya.

Dikatakan dr Sudomo, program bedah rumah bertujuan untuk memperbaiki kondisi hunian warga kurang mampu. Membantu memperbaiki rumah warga yang tidak layak huni menjadi lebih baik, sehingga meningkatkan kualitas hidup penghuninya.

“Dengan memperbaiki kondisi hunian, program ini dapat membantu mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hunian yang layak dapat mengurangi risiko penyakit yang disebabkan oleh kondisi hunian yang tidak sehat,” sebutnya.

Selain itu, tambah dia, program bedah rumah juga bisa meningkatkan keamanan penghuni. Rumah yang lebih baik dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuninya, sehingga meningkatkan kualitas hidup mereka.

“Program bedah rumah yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan, dapat meningkatkan kepedulian pada sesama. Membantu meningkatkan keterampilan masyarakat dalam bidang konstruksi dan pembangunan,” katanya.

dr H Sudomo berharap dengan memperbaiki RTLH warga kurang mampu, program ini dapat mengurangi angka kemiskinan ekstrem di Wonosobo. Memberikan manfaat bagi masyarakat kurang mampu dan meningkatkan kualitas kesehatan dan kehidupan mereka.

Muharno Zarka