SEMARANG (SUARABARU.ID)– Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Psikologi Universitas Semarang (USM), melakukan kegiatan dengan tema ‘Peningkatan Kesadaran dan Ketahanan Kesehatan Mental Remaja melalui Edukasi Psikologi Positif’. Kegiatan itu dilakukan pada Santriwati di Pondok Pesantren Bina Madani Putri Grabag, Magelang, Sabtu (8/11/2025).
Tim PKM terdiri dari Ketua Dr MM Shinta Pratiwi SPsi MA Psikolog, anggota Retno Ristiasih Utami SPsi MSi Psikolog, Sri Widyawati SPsi MSi Psikolog, dan Martha Kurnia Asih SPsi MSi, yang dibantu dua mahasiswi Fakultas Psikologi USM.
Menurut Shinta Pratiwi, kegiatan ini dilakukan atas permintaan dari pihak Ponpes, untuk menguatkan santriwati dalam mengatasi dan mencegah munculnya perilaku negatif.
BACA JUGA: Tim PKM Dosen USM Latih Siswa SMAN 4 Semarang Menulis Karya Ilmiah
Tujuan jangka panjang kegiatan ini, untuk meningkatkan kesadaran dan ketahanan kesehatan mental santriwati, melalui edukasi psikologi dalam menghadapi Bullying, Self-Harm dan Toxic Relationship, yang saat ini menjadi masalah yang banyak dihadapi remaja.
Kondisi santriwati yang harus tinggal bersama di ponpes, jadwal kegiatan yang cukup padat serta jauh dari orang tua, menyebabkan munculnya masalah-masalah psikologis usia remaja.
”Masalah ini jika tidak diselesaikan dan diatasi dengan baik, akan berdampak pada masalah perilaku yang lebih luas, di usia selanjutnya. Sehingga perlu adanya pendampingan dan peningkatan pemahaman bagi para santriwati, tentang pentingnya menjaga Kesehatan mental dan berpikir positif,” katanya.
BACA JUGA: Tim PKM Pascasarjana USM Sosialisasi Strategi Penjualan di Kelurahan Siwalan
Shinta menyatakan, manfaat kegiatan ini bagi santriwati, akan mendapat pengetahuan, pemahaman, serta strategi, agar dapat belajar mengatasi masalah mereka, mencegah dan mengatasi perilaku negatif. Sehingga akan tercapai kesehatan mental bagi santriwati Ponpes Bina Madani Putri.
”Kegiatan ini juga dapat bermanfaat sebagai sarana promosi Fakultas Psikologi USM,” imbuhnya.
Respons para peserta pun cukup tinggi. Hal itu terbukti, dengan ikutnya 360 peserta dari kalangan santriwati, maupun para pembina ponpes. Peserta merasa mendapatkan peningkatan pemahaman untuk dapat mencapai mental yang sehat.
Pelaksanaan terbagi menjadi beberapa sesi, diawali sesi Kesehatan Mental Remaja dan Tinjauan Dalam Islam oleh Sri Widyawati, kemudian disusul kelas-kelas paralel yang membahas tentang Bullying oleh Retno Ristiasih Utami, Self Harm oleh Martha Kurnia Asih dan Toxic Relationship di kalangan remaja. oleh MM Shinta Pratiwi.
Riyan













