blank
Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri dan Dandim 0709 Letkol Inf Eko M Prihantono ikut mengevakuasi korban bencana alam banjir di Kecamatan Karanganyar pada Minggu (9/11),(Foto:SB/Humas Polres)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Cuaca ekstrim hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kebumen sejak Minggu (9/11/) siang memicu banjir di lima desa serta longsor di sejumlah tempat.

Bahkan Sungai Karanganyar meluap menyebabkan tanggul jebol di RT 03 RW 01, Kelurahan Panjatan, Kecamatan Karanganyar, sekitar Pukul 20.00. Bencana ini mengakibatkan sejumlah permukiman dan ruas jalan nasional sempat tergenang air setinggi 30 hingga 1 meter.

Sekitar Pukul 20.00 WIB, air meluap hingga ke Jalan Nasional III Karanganyar-Gombong. Genangan merata dari depan Hotel Aman sampai Rest Area Rizqi Jaya Panjatan.

Hampir seluruh rumah dan sekolah dasar (SD) di kawasan itu kemasukan air dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter hingga satu meter. Aktivitas warga terhenti, sementara arus lalu lintas di jalur utama sempat lumpuh.

blank
Warga Karanganyar Kebumen menyaksikan tangggul sungai yang jebol akibat hujan lebat sejak Minggu (9/11).(Foto:SB/BPBD Kebumen )

Adapun Pusdalops BPBD Kebumen menginformasikan banjir melanda Desa Karangkemiri Kecamatan Karanganyar. Ketinggian air 30 -50 cm di area jalan dan pekarangan, warga terdampak sebanyak 159 KK 482 Jiwa

Di Desa Candi Kecamatan Karanganyar ketinggian air 30 -50 cm di area jalan dan pekarangan ,warga terdampak sebanyak 273 KK 876 jiwa. Di  Kelurahan Plarangan Kecamatan Karanganyarketinggian air 30 -50 cm di area jalan dan pekarangan, warga terdampak sebanyak 96 KK 363 Jiwa

Sedangkan yang terparah di  Kelurahan Panjatan Kecamatan Karanganyar akibat tanggul jebol dankKetinggian air mencapai 30 -50 cm di area jalan dan pekarangan, warga terdampak sebanyak 187 KK 579 jiwa.

Sementara itu Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri bersama Dandim 0709 Kebumen Letkol Inf Eko M Prihantono terjun langsung ke lokasi banjir pada malam kejadian. Kedua pejabat  itu didampingi para pejabat utama Polres, serta unsur Muspika Karanganyar.

“Kami langsung mengevakuasi warga terdampak ke tempat aman begitu debit air meningkat dan tanggul jebol,”ujar AKBP Eka Baasith, Minggu malam.

Polisi dan TNI bersama warga bahu-membahu mengevakuasi penduduk menggunakan perahu karet. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, dampak banjir meluas ke empat desa di Kecamatan Karanganyar: Karangkemiri, Candi, Plarangan, dan Panjatan.

Sementara satu wilayah lain yang turut terdampak adalah Desa Pekuwon di Kecamatan Adimulyo, meski air hanya menggenangi pekarangan warga.

Dari hasil pendataan Polres Kebumen, wilayah terparah berada di Kecamatan Karanganyar dengan 715 keluarga atau sekitar 2.300 jiwa terdampak. Sejumlah rumah warga, sekolah, dan fasilitas umum masih terendam hingga Senin dini hari.

“Jebolnya tanggul di Panjatan menjadi faktor utama meluasnya genangan. Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah daerah untuk penanganan darurat,”ujar AKBP Eka Baasith.

Akibat peristiwa itu, jalur nasional yang melintasi Karanganyar sempat tersendat beberapa jam, namun kini sudah bisa dilewati kembali.

Hingga Senin pagi, petugas masih bersiaga di lokasi memastikan keamanan warga. Cuaca di wilayah Kebumen sendiri masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Pusdalops BPBD Kebumen masih terus melakukan pendataan lokasi bencana dan dampak bencana serta penanganannya. Sebab pada Senin (10/11) malam sekitar Pukul 20.30 hujan lebat disertai angin kencang melanda sebagian besar wilayah Kebumen.

Komper Wardopo