WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Terjadi lagi truk terguling di jalur ekstrem Gunung Tunggangan. Lokasinya di ruas jalan tembus Kecamatan Jatiroto-Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Tepatnya di Dusun Dawe Kidul, Desa Ngelo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri.
Kejadian truk terguling di Gunung Tunggangan, telah berulang kali terjadi. Hal ini terjadi, karena sopir mengikuti petunjuk arah berdasarkan mapping dari unduhan aplikasi peta digital melalui ponsel. Itu sebagaimana terjadi
truk bermuatan kayu jati pada Bulan Desember 2024, truk pengangkut jagung pada Bulan April 2024, dan truk bermuatan kunyit basah pada Bulan Oktober 2025 lalu. Menyusul kemudian terjadi lagi Selasa pagi (11/11/25) Pukul 05.30 di tempat sama.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo dan Kapolsek Jatiroto Iptu Pudyono melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, kasus truk terguling kali ini bermuatan plastik perabot rumah tangga. Truk dengan plat nomor nomor W-8695-B yang mengalami kecelakaan tunggal di Gunung Tuanggangan ini, dikemudikan oleh Nur Hidayat (27), warga Tambak Mayor, Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya, Jawa Timur.
Berat muatannya mencapai sekitar 4 ton, diangkut dari Gresik, Jawa Timur, menuju Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri. Kepada petugas, Sopir Nur Hidayat, menyatakan, tiba di tikungan tajam menanjak di Gunung Tunggangan, mendadak mengalami kesulitan saat ingin mengganti gigi persneling.
Ketika itu, Nur hendak memindahkan dari gigi dua ke gigi satu, tapi mengalami kendala. Dampaknya, truk yang dikemudikan meluncur mundur dan terguling miring. Posisinya melintang menutupi badan jalan.
Mobil Derek
Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal ini. Pengemudi dan kernet truk selamat. Namun, kendaraan mengalami kerusakan cukup berat. Proses evakuasi, dilakukan dengan mendatangkan mobil derek. Selama proses evakuasi, polisi melakukan pengaturan arus lalu lintas yang terhalang oleh truk terguling yang melintang jalan tersebut.
Hanya celah sempit untuk sepeda motor yang masih dapat melintasinya. Itu pun dengan cara melewati sisa celah tepi badan jalan yang tertutup oleh truk terguling tersebut. Yakni dengan cara dibantu didorong oleh petugas.
Berkaitan dengan seringnya terjadi kasus kecelakaan di Gunung Tunggangan, Kapolres Wonogiri, mengimbau kepada para pengemudi kendaraan besar, utamanya truk dan bus, jangan mengambil route ekstrem tersebut. Demi pertimbangan keselamatan, kendaraan berat hendaknya jangan melintas Gunung Tunggangan.
Untuk lebih amannya, blla tujuannya akan ke Baturetno, Wonogiri, kendaraan besar lebih baik menyusuri jalan provinsi Purwantoro-Ngadirojo. Baru kemudian belok ke kiri di lampu bangjo perempatan Ibukota Ngadirojo, Wonogiri.
Abaikan tuntunan arah yang diberikan oleh aplikasi google maps, yang dapat diunduh melalui aplikasi jejaring internet via ponsel. Sebab, ruas jalan di Gunung Tunggangan memiliki tanjakan terjal, tikungan tajam dan turunan yang menukik. Yang itu membahayakan bagi kendaraan besar, apalagi dengan tonase muatan yang berlebih.(Bambang Pur













