SEMARANG (SUARABARU.ID) – Kota Semarang tercatat sebagai wilayah dengan tingkat penyalahgunaan narkoba tertinggi di Jawa Tengah.
Kondisi ini menjadi perhatian serius Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah yang terus memperkuat upaya pencegahan di tingkat masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi.
BNNP Jawa Tengah bersama Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Kesdam IV/Diponegoro kembali menjalin kolaborasi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba (P4GN) melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Bersinar di Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur.
Penyerahan mahasiswa berlangsung di Aula Kelurahan Rejosari dan dihadiri oleh Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat, jajaran BNNP Jawa Tengah, perwakilan Kelurahan Rejosari, dosen pembimbing Stikes Kesdam IV/Diponegoro, serta 23 mahasiswa Program Studi S1 Fisioterapi peserta KKN.
Agus Rohmat menegaskan, kegiatan KKN Tematik Bersinar merupakan wujud sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam melaksanakan misi nasional P4GN di tingkat komunitas.
Agus menjelaskan, Kota Semarang saat ini menempati peringkat pertama kasus penyalahgunaan dan pengungkapan narkoba di Jawa Tengah, sehingga Rejosari dipilih sebagai lokasi kegiatan KKN, karena termasuk wilayah yang rawan narkoba.
Ia berpesan kepada mahasiswa untuk menjadi agen perubahan di masyarakat. “Mahasiswa memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan masyarakat dari sisi kesehatan dan gaya hidup positif tanpa narkoba. Edukasi kesehatan, kegiatan promotif dan preventif, serta kolaborasi dengan perangkat kelurahan dan tokoh masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini,” kata Agus, Senin (10/11/2025).
Agus juga menyelipkan filosofi Jawa “urip iku urup”, yang berarti hidup itu menyala atau memberi manfaat bagi sesama. “Perang melawan narkoba bukan perang terhadap manusia, melainkan perang demi kemanusiaan. Kita berjuang bukan untuk menghukum, tapi untuk menyelamatkan,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial, Muhammad Nur Habib menyambut baik kegiatan tersebut. “Kami menerima dengan senang hati kehadiran adik-adik mahasiswa. Kelurahan Rejosari siap berkolaborasi penuh dan memfasilitasi kegiatan bersama perangkat RW, RT, PKK, LPMK, dan Karang Taruna di seluruh wilayah kami,” ujarnya.
Habib berharap masyarakat Rejosari memperoleh tambahan pengetahuan dan kesadaran dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar. “Keterlibatan mahasiswa seperti ini penting sekali. Anak muda harus jadi garda depan melawan narkoba, bukan hanya dengan slogan, tapi lewat aksi nyata dan edukasi ke masyarakat,” tegasnya.
Kaprodi S1 Fisioterapi Stikes Kesdam IV/Diponegoro, Syurahmi, S.Fis., M.Or., menyebut, pihak kampus bangga dapat kembali bermitra dengan BNNP Jawa Tengah melalui program KKN Tematik Bersinar.
“Kami menyerahkan 23 mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari di kampus demi kemanfaatan masyarakat. Ini adalah wujud kontribusi akademisi dalam mendukung visi Indonesia Bersinar (Bersih dari Narkoba),” ungkapnya.
Ning S













