blank
Sekretaris Komisi C DPRD Jepara, Lusiana Afrianti (kiri) bersama Dinda Kirana. Foto: Dok

JEPARA (SUARABARU.ID) – Dalam Obrolan Seputar Situasi di Jepara (Obsesi) yang di gelar di Radio  R-lisa fm Jepara, pada hari Kamis 06 November 2025, Sekretaris Komisi C DPRD Jepara Lusiana Afrianti, S.Psi., M.M. menegaskan,  perempuan tangguh adalah perempuan yang kuat, tabah dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan. Jika kita berusaha  dengan sungguh-sungguh dan doa yang tulus  selalu ada jalan untuk mencapai keberhasilan.

“Sementara perempuan berdaya adalah perempuan yang memiliki kesadaran diri untuk mengidentifikasi dan mengaktualisasi potensi dirinya, serta mampu berkontribusi positif bagi keluarga dan masyarakat,” ujar Lusiana dalam dialog yang dipandu oleh Dinda Kirana.

blank
Sekretaris Komisi C DPRD Jepara Lusiana Afrianti, S.Psi., M.M. (kanan) saat tampil di acara Obsesi yang dipandu Dinda Kirana. Foto: Dok

Menurut Lusiana, perempuan Jepara   mayoritas sudah banyak yang berjiwa tangguh dan berdaya. “Mereka terinspirasi dari tiga tokoh pahlawan perempuan Jepara, yaitu  Ratu Shima, Ratu Kalinyamat dan R.A Kartini. Bahkan perempuan Jepara dikenal sebagai perempuan yang mandiri dan hebat,” ungkap Lusiana Arfianti, politisi dari Fraksi PPP  yang tinggal di desa Margoyoso, Kecamatan Kalinyamat ini.

Namun demikian ia berharap, perempuan harus dapat memposisikan dirinya sesuai kodratnya sebagai perempuan. “Meskipun program penyetaraan jender di Jepara digalakkan,  tetapi tetap harus memahami posisi sebagai perempuan yang tetap sebagai pendamping suaminya, walaupun penghasilannya lebih besar” tuturnya anggota DPRD Jepara yang memperoleh  13.120 suara dalam pemilu yang lalu

Anggota DPRD Jepara dengan perolehan suara terbanyak ini  juga mengaku bangga sebagai perempuan Jepara, karena perempuan Jepara selain pandai mengukir kayu dan memiliki jiwa  wira usaha yang kuat,  juga sebagai pengukir masa depan hingga   mampu melahirkan dan  mendidik putra putri yang di lahirkan sebagai  tunas tunas bangsa. Itulah hebatnya perempuan Jepara,” ungkap Lusiana yang berada di daerah pemilihan 5.

blank
Sekretaris Komisi C DPRD Jepara Lusiana Afrianti, S.Psi., M.M. (kanan) bersama Dinda Kirana usai dialog di acara Obsesi. Foto: Dok

Akui Suport Pemerintah

Anggota DPRD Jepara ini juga mengakui dukungan  dari Pemerintah Kabupaten Jepara untuk para perempuan Jepara juga sudah sangat luar biasa. “Insyaallah di tahun 2026,  nanti perusahaan – perusahaan besar di Jepara akan di sediakan tempat penitipan  anak (TPA)  balita di lokasi sekitar perusahaan. Tujuannya agar disela-sela waktu istirahat ia  dapat memantau dan merawat  anak-anaknya, utamanya dalam pemenuhan kebutuhan  ASI” terangnya

Ia menegaskan, jika ada perusahaan besar yang tidak menyediakan TPA  di sekitar lokasi perusahaan, maka akan di kenakan sangsi. “Ini bukti bahwa pemerintah telah melakukan tindakan tegas untuk melindungi kaum perempuan Jepara yang bekerja,” tegasnya

Luasiana juga mengajak perempuan Jepara, di era digital ini dapat memanfaatkan media sosial dengan bijak dan produktif. “ Kita bisa memanfaatkan media sosial untuk menghasilkan cuan. Namun kita harus tetap  memperhatikan nilai-nilai budaya dan agama yang ada ditengah-tengah masyarakat,” tambahnya

Hadepe – Dinda Kirana