Oleh: Dr. H. Mufid, M. Ag
Para pahlawan memiliki jasa besar bagi kemerdekaan Republik Indonesia dan sekaligus mempertahankannya. Mereka telah berjuang dan bahkan banyak yang rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk menjaga Bumi Pertiwi. Mereka telah memberikan keteladanan yang luhur bagi seluruh anak bangsa.
Tetapi, pada masa sekarang ini, semangat perjuangan kepahlawanan seringkali luntur di kalangan generasi muda. Masih banyak generasi muda yang aktivitas sehari-hari hanya digunakan untuk kegiatan yang tidak bermanfaat. Selain itu banyak yang lebih mengenal tokoh dari negara lain dari pada bangsanya sendiri. Padahal semangat perjuangan para pahlawan sangat relevan untuk diteladani dalam menghadapi tantangan masa depan.
Untuk itu pada peringatan hari pahlawan tahun ini sangat urgen untuk menanamkan kembali semangat kepahlawanan sebagai sumber inspirasi bagi generasi muda.
Dalam perspektif kekinian pahlawan bisa diartikan sebagai seseorang yang memberikan kontribusi besar bagi masyarakat, bangsa dan negara dalam berbagai aspek kehidupan. Generasi muda yang belajar dengan sunguh-sungguh, bapak ibu guru yang mendidik muridnya dengan ketulusan hati, dokter yang melayani pasien dengan ramah, sarjana yang peduli terhadap kemajuan bangsa dan lainya adalah merupakan bentuk kepahlawanan modern.
Makna kepahlawanan kini bergeser dari berjuang melawan penjajah berubah menjadi perjuangan keadilan, kemakmuran dan moral. Semangat kepahlawanan terus berkembang sesuai dengan tuntutan dan perubahan zaman.
Nilai Keteladanan
Ada berbagai nilai keteladan dari pahlawan yang sangat berarti bagi kehidupan generasi muda sekarang. Adapun berbagai nilai keteladanan dari para pahlawan adalah sebagai berikut:
Pertama, memiliki semangat berjuang dan pantang menyerah. Pangeran Diponegoro memperjuangkan kemerdekaannya dengan melawan penjajah Belanda, R.A. Kartini bersungguh-sungguh mewujudkan emansipasi wanita walaupun hidup di masa yang penuh keterbatasan, dan juga beberapa pahlawan lainnya yang telah berjuang mempertahankan kemerdekaan dengan semangat merdeka atau mati.
Perjuangan kemerdekaan inilah yang menjadi kunci keberhasilan mereka. Untuk itu generasi muda harus banyak belajar pada generasi tua untuk menghadapi tantangan hidup di era globalisasi.
Kedua, bertanggung jawab. Kemerdekaan yang telah dinikmati oleh bangsa Indonesia tidak bisa lepas dari perjuangan para pahlawan. Mereka berjuang dengan strategi, teknik keteraturan, dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Disiplin dan tanggung jawab para pahlawan sangat urgen untuk dicontoh oleh generasi muda pada modern ini. Dimana kehidupan sekarang membutuhkan profesionalitas dalam bekerja.
Ketiga, cinta terhadap bangsa. Banyak jasa perjuangan para pahlawan yang patut untuk dicontoh oleh generasi muda. Mereka telah menunjukkan kecintaan yang sungguh-sungguh terhadap bangsa. Para pahlawan rela meninggalkan kesenangan pribadi demi mewujudkan kemerdekaan tanah air.
Keempat, menjalin kerja sama dan gotong royong. Gotong royong, persatuan dan kesatuan bangsa adalah merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Kemerdekaan tidak bisa terwujud jika dilakukan dengan sendiri-sendiri atau bercerai berai. Oleh karena itu generasi muda sekarang tidak boleh meninggalkan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
Kelima, rela berkorban untuk bangsa. Para pahlawan telah mengorbankan tenaga, pemikiran, waktu dan materi untuk kepentingan bangsa dan negara. Pengorbanan para pahlawan patut dicontoh oleh generasi muda sekarang. Ini penting karena gaya hidup pada saat ini bersifat individualis, materialis dan hedonistis.
Inspirasi bagi generasi muda
Kaum muda sekarang mempunyai peran strategis untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan. Tentunya perjuangan yang dilakukan oleh generasi sekarang berbeda dengan masa dulu. Apabila masa lalu para pahlawan berjuang melawan penjajah, maka saat sekarang kaum muda harus berjuang melawan keterbelakangan, kebodohan, korupsi, ketidakadilan sosial, dan keserakahan.
Berikut ini adalah nilai-nilai kepahlawanan yang bisa dijadikan inspirasi dan pedoman bagi generasi muda sekarang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara:
Pertama, memupuk semangat nasionalisme di era globalisasi. Pada era digital ini semangat nasionalisme seringkali memudar. Untuk memupuk semangat nasionalisme maka generasi sekarang perlu bangga sebagai bangsa Indonesia. Menjadi generasi yang menjaga budaya daerah dan berkontribusi positif untuk bangsa.
Kedua, meneladani integritas dan semangat kerja pahlawan. Kaum muda bisa meneladi semangat integritas dan kerja keras pahlawan. Di era yang penuh kompetitif, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual semata, tetapi juga kecerdasan emosional, kerja keras, tanggung jawab, kejujuran, dan loyalitas. Meneladani tokoh seperti RA Kartini misalnya, mengajak kita untuk selalu semangat membela emansipasi wanita di era digital ini.
Ketiga, ikut serta dalam pembangunan bangsa. Aktif dalam aktivitas social, menjadi relawan saat terjadi musibah di suatu daerah atau ikut memberikan pencerahan pada masyarakat terpencil adalah beberapa contoh nyata bagaimana semangat kepahlawanan bisa diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kepahlawanan pada masa sekarang adalah bisa mengaktualisasisikan karakter bangsa dalam kehidupan sehari-hari.
Keempat, peduli terhadap lingkungan. Ikut peduli dan memberikan solusi terhadap masalah lingkungan seperti ikut menyelesaikan lingkungan yang kemuh, peduli terhadap tanah longsor atau ikut serta menyelesaikan bencana banjir adalah bentuk kepahlawanan pada masa sekarang.
Untuk menanamkan nilai kepahlawanan kepada generasi muda, lembaga pendidikan mempunyai andil besar dalam membentuk karakter kepahlawanan generasi muda. Lembaga pendidikan formal, informal dan non formal harus menjadi teladan dengan memberikan contoh sikap jujur, tanggung jawab, disiplin, tolong menolong sesama siswa, dan ikut peduli terhadap masalah lingkungan seperti ikut membersihkan lingkungan yang kumuh, memperlancar aliran sungai dan lainnya.
Dengan peran serta aktif dari lembaga pendidikan, maka lahirlah generasi muda yang peka dan peduli terhadap masyarakat, bangsa dan negara. Tidak hanya melahirkan generasi muda yang cerdas intelektual, tetapi juga ikut andil besar dalam membawa perubahan dan kemajuan bangsa. Semoga bermanfaat. Aamiin.
Penulis adalah Kepala Pusat Studi Aswaja An-Nahdliyyah Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara.













