blank
Petugas gabungan dari Kepolisian, Koramil, Perangkat Desa, Relawan dan Tim Medis Puskesmas Purwantoro, melakukan penanganan di lokasi temuan kerangka di lereng Hutan Gunung Tunggangan.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Temuan kerangka manusia di kawasan hutan lereng Gunung Tunggangan, berhasil mengungkap kasus seorang nenek yang hilang sejak satu yang lalu. Yakni atas nama Nenek Sarmi (95), warga Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, Jumat (7/11/25), menyatakan, penemuan kerangka manusia atas nama Nenek Sarmi tersebut berlangsung Kamis siang (8/11/25). Setelah sebelumnya, korban dilaporkan tak kunjung pulang ke rumah sejak satu bulan yang lalu.

Kerangka Nenek Sarmi tersebut ditemukan secara kebetulan oleh pencari rumput Sarno (59), sekitar Pukul 14.00, bersamaan ketika dia sedang mencari pakan ternak di lereng Gunung Tunggangan Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri.

Kepada petugas, Sarno bertutur: “Tanpa saya duga-duga, saya melihat ada seonggok tulang yang menyerupai kerangka manusia.” Ditemani sesama pencari hijauan pakan ternak, Sarno kemudian berusaha mendekat untuk memastikan apa betul itu tulang belulang kerangka manusia. Dia yakin, karena ada tengkorak, tulang belulang tubuh serta anggota badan bagian tangan dan kaki.

Temuan secara tidak sengaja ini, kemudian disampaikan ke Perangkat Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri, dan ditindaklanjuti laporan ke Polsek Purwantoro. Petugas gabungan dari Polsek bersama Perangkat Desa, Relawan dan Koramil serta Tim Medis dari Puskesmas Purwantoro, kemudian mendatangi ke lereng hutan Gunung Tunggangan untuk melakukan penanganan.

Di lokasi, Tim Gabungan yang melakukan pemeriksaan, berhasil menemukan kain jarik dan pakaian korban yang masih melekat. Dari busana tersebut, kemudian dikenali oleh pihak keluarga, itu sebagai milik Nenek Sarmi (95). Yakni pakaian yang dikenakan sebelum warga Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri itu pergi dan tak kunjung pulang.

Terlantar

Nenek Sarmi, oleh cucunya, Pardi (40), disebutkan telah pergi tanpa pamit meninggalkan rumah sejak Kamis Tanggal 2 Oktober 2025 lalu. Karena dicari kesana-kemari tidak berhasil ditemukan, kemudian Pardi menyampaikan laporan neneknya hilang ke petugas, pada Minggu Tanggal 5 Oktober 2025.

Kepastian penyelidikan bahwa identitas kerangka itu adalah Nenek Sarmi, disampaikan putri kandung korban bernama Ny Sarni (70). Itu ditelisik dari kain jarik dan pakaian yang masih melekat pada kerangka, identik dengan yang dipakai Nenek Sarmi saat terakhir kali pergi meninggalkan rumah.

Dari hasil penelitian personel Inafis Polres Wonogiri bersama Tim Medis Puskesmas Purwantoro, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Meski demikian, pemicu kematian korban masih dalam penyelidikan petugas. Ada dugaan, korban meninggal karena terlantar, ketika tersesat di hutan kelaparan, kehausan, kedinginan serta  tidak mampu mengenali jalan untuk ke luar hutan dan kembali pulang.

Keluarga dapat menerima itu sebagai musibah dan menolak outopsi. Ini dituliskan dalam surat bermaterai. Usai pemeriksaan, dengan disaksikan Perangkat Desa, kerangka Nenek Sarmi diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, menyatakan, kasus ini hendaknya menjadi pengingat penting bagi masyarakat, agar lebih memperhatikan kondisi anggota keluarga yang sudah lanjut usia. Terutama bagi mereka yang sudah pikun atau mengalami keterbatasan fisik, agar tidak dibiarkan bepergian sendirian tanpa pendamping.(Bambang Pur)