SEMARANG (SUARABARU.ID) – Lapas Kelas I Semarang menggelar pelatihan budidaya ikan bagi petugas dan warga binaan (narapidana). Sebanyak 353 peserta mengikuti pelatihan secara langsung maupun daring.
Dari Lapas Semarang sendiri diikuti oleh 10 petugas Lapas dan 20 narapidana yang berlangsung di Aula Graha Pancasila Lapas Semarang.
Kabid Kegiatan Kerja Lapas Semarang, Suranta Sinuraya mengatakan, pelatihan ini diikuti oleh 353 peserta dengan rincian 233 petugas Lapas, 78 narapidana dan 42 masyarakat umum di area Jawa Tengah, termasuk dari masyarakat binaan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Pertanian Kota Semarang.
Menurut Kepala Lapas Kelas I Semarang, Fonika Affandi, kegiatan ini merupakan bentuk transformasi pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus implementasi 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam hal pemberdayaan narapidana untuk mendukung ketahanan pangan.
“Pelatihan bertema “One Stop Training: Budidaya Ikan Air Tawar Berkelanjutan dan Pengolahan Value Added Project” ini mengintegrasikan seluruh proses pembelajaran teori, praktik lapangan, pengolahan hasil hingga strategi pemasaran,” ungkap Fonika, Rabu (5/11/2025).
Dalam pelatihan, Lapas Semarang menghadirkan pengajar dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Dalam paparannya, Dosen Prodi Studi Akualtur, Tristiana Yuniarti menjelaskan materi mengenai kebutuhan pangan (nutrisi) bagi ikan dan manfaat mengkonsumsi ikan.
Dengan sistem pembelajaran yang fleksibel ini, diharapkan petugas dan narapidana mampu mengembangkan potensi diri di dalam Lapas. Pelatihan sendiri dilaksanakan selama tiga hari dengan materi yang berbeda.
Ning S













