PACITAN WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Menyikapi datangnya musim penghujan, Kabupaten Pacitan di Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Wonogiri di Provinsi Jawa Tengah, mewaspadai kemunculan bencana hidrometeorologi. Yang bencana ini, sewaktu-waktu dapat terjadi pada saat dan setelah hujan deras turun berkepanjangan.
Dalam meningkatkan kewaspadaan untuk menyikapi kemunculan bencana banjir dan tanah longsor berkaitan dengan musim penghujan, Pemkab Pacitan dan Pemkab Wonogiri, Selasa (4/11/25), menggelar Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana.
Di Kabupaten Pacitan, apel kesiapsiagaan tanggap darurat bencana dipimpin Wakil Bupati (Wabup) Pacitan Gagarin Sumrambah, berlangsung di Pendapa Kabupaten Pacitan. Di Kabupaten Wonogiri, dalam waktu bersamaan, apel kesiapsigaan tanggap darurat bencana, dilaksanakan di Halaman Mapolres Wonogiri.
Bagian Prokopim Pemkab Pacitan, mengabarkan, Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah, minta kepada semua pihak untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor. Bencana hidrometeorologi yang menimpa Kabupaten Pacitan Tahun 2017 silam, menurut Wabup Gagarin cukup menjadi pelajaran bagi semua. ”Sebab memberikan dampak negatif yang cukup besar, karena telah menghilangkan hasil pembangunan yang dilaksanakan puluhan tahun,” jelas Wakil Bupati Gagarin.
“Mari kita terus tingkatkan sinergi dan koordinasi antar pemangku kepentingan di Kabupaten Pacitan, khususnya dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi,” kata Wabup Gagarin. Langkah yang perlu disiagakan, diantaranya menyiapkan sarana dan prasarana, membentuk posko kesiapsiagaan serta melakukan pemantauan secara cermat terkait informasi dari BMKG, BNPB dan PVMBG.
Gotong Royong
Hal yang tidak boleh diremehkan, adalah membangun budaya gotong royong, menyiagakan seluruh aparatur, serta berkoordinasi dengan jajaran TNI, Polri, instansi vertikal, relawan dan masyarakat. “Salah satu upaya untuk meningkatkan kewaspadaan dan budaya siaga, adalah melalui latihan kesiapsiagaan,” tandas Wakil Bupati Gagarin Sumrambah.

Hal lain yang harus diperhatikan, adalah mengalokasikan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) yang cukup dan siap digunakan sewaktu-waktu dibutuhkan. Juga merawat jejaring komunikasi serta menyebarluaskan informasi yang valid, tentang potensi bencana kepada masyarakat. Apel Gelar Kesiapsiagaan Bencana diikuti oleh jajaran TNI, Polri, Pemkab, BPBD, Pol-PP, Dishub, PLN, Ormas Kemasyarakatan, Orari dan Rapi dan instansi terkait lainnya.
Sementara itu Penerangan Kodim (Pendim) 0728 Wonogiri Peltu Indra, mengabarkan, Komandan Kodim (Dandim) 0728/Wonogiri Letkol Inf Edi Ristriyono, menyampaikan apresiasi atas digelarnya apel kesiapsiagaan bencana. Apel ini menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat koordinasi dalam penanggulangan bencana. Juga dalam kiat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kebencanaan.
“Kita perlu mewaspadai bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu, karenanya petugas gabungan baik dari TNI-Polri dan pemerintah daerah harus bersinergi dan siap siaga terkait pola penanganan serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana,” kata Dandim.
Apel kesiapsiagaan tiga pilar ini, menjadi antisipasi bencana hidrometeorologi melalui konsolidasi dan koordinasi, serta memeriksa langsung langah persiapan yang dilakukan oleh jajaran TNI, Polri, BPBD, Damkar dan pemangku kepentingan terkait lainnya.(Bambang Pur)













