Oleh: Zakariya Anshori
JEPARA (SUARABARU.ID)- Kalau kita googling dengan keyword “pmknu 2025”, maka artificial intellegence (AI) akan memberi ringkasan bahwa Pendidikan Kader Menengah Nahdlatul Ulama (PMKNU) adalah program kaderisasi tingkat menengah yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).
PMKNU bertujuan untuk mencetak pemimpin NU yang berintegritas, berkarakter, dan mampu beradaptasi dengan tantangan zaman, “shalihun fi kulli zaman wa makan”
Di samping itu, PMKNU juga mempunyai tujuan: membentuk pemimpin NU yang memiliki integritas moral, kecerdasan intelektual, dan kepedulian sosial;
mencetak kader NU yang terampil dalam mengatasi masalah dan mencari solusi; menjaga dan memperkuat ideologi NU agar tetap teguh pada nilai-nilai dasarnya di tengah arus pragmatisme; dan mempersiapkan kepemimpinan masa depan NU yang tangguh dan responsif terhadap tantangan global.
Dalam Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama Nomor 2 Tahun 2022 tentang Sistem Kaderisasi disebutkan bahwa kaderisasi adalah suatu proses kegiatan baik fisik maupun non fisik yang dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan dan melibatkan anggota, calon pengurus dan pengurus Nahdlatul Ulama dalam waktu tertentu, dengan tujuan memastikan terjadinya proses pergantian kepemimpinan agar sesuai arah dan tujuan yang telah ditentukan Perkumpulan Nahdlatul Ulama.
Secara berjenjang kaderisasi NU dimulai dari PD-PKPNU (Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama), PMKNU (Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama) dan AKN-NU (Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama).
Filosofi kaderisasi yang termaktub dalam Bab IV Pasal 7 Perkum NU Nomor 2 Tahun 2022 adalah mempersiapkan kader dan calon pengurus yang siap melanjutkan tongkat estafet perjuangan perkumpulan; dan/ atau merawat, mengembangkan dan mewariskan nilai-nilai perkumpulan untuk menjamin keberlangsungan Perkumpulan.
Sedang pada Pasal 8 disebutkan bahwa visi kaderisasi adalah melahirkan kader yang militan, tanggung jawab, dan loyal terhadap perkumpulan baik dari aspek fikrah, amaliyah dan harakah.
Tak banyak Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang bisa melaksanakan Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) secara berkesinambungan dan berkelanjutan.
Mungkin di Jawa Tengah, PCNU Kabupaten Jepara menjadi salah satu yang bisa istiqomah melaksanakan PD-PKPNU di hampir semua Majelis Wakil Cabang (MWC).
Dari PD-PKPNU Angkatan I di Politeknik Balaikambang Nalumsari sampai PD-PKPNU Angkatan XIII di MTs Ismailiyyah Nalumsari jika dirata-rata tiap angkatan 100 peserta maka akan ada 1.300 kader penggerak NU di Kabupaten Jepara.
Jika diasumsikan persebaran kader penggerak NU merata, dan dibagi dengan 195 desa/ kelurahan maka tiap desa ada 6-7 kader penggerak NU yang bisa menjadi kader penggerak desa.
Tentu saja, peran Instruktur dan Mentor pasca PD-PKPNU dalam memahani dan memahamkan peraturan perkumpulan NU sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah menjadi sangat penting dan mendasar.
Pendidikan kader penggerak NU akan menjadi lebih bermakna jika potensi kader penggerak NU ini dipetakan secara sistematis, terencana, terstruktur dan terukur dengan jelas.
Peran instruktur dan mentor bisa menjadi pendamping alumni PD-PKPNU dalam memperbaiki sistem organisasi di tubuh NU.
Internalisasi nilai-nilai ahlussunnah wal jama’ah an nahdliyyah menjadi ideologi pergerakan dalam kerangka “mabadi’ khaira ummah” membutuhkan kalimatun sawa agar kebijakan strategis dan program-program taktis tidak semata-mata ditentukan figur-figur tententu, yang hanya berdasarkan selera, like-dislike, tanpa kajian ilmiah dan pijakan akademis yang substansial-logis.
Kiranya melalui Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) yang dilaksanakan di Ono Joglo Bandengan pada 5-9 Nopember 2025, penataan struktur organisasi PCNU Jepara bisa berjalan lebih baik.
Tata urutan pengambilan keputusan berdasar Qanun Asasi, Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Peraturan Perkumpulan NU hingga hasil-hasil keputusan Musyawarah Kerja Cabang bisa diimplementasi dengan prinsip-prinsip “wa amruhum syura bainahum” dan “wa syaawirhum fil amri”.
Semoga pasca PMKNU diselenggarakan kegiatan tindak lanjut berupa “Perencanaan Strategis PCNU Jepara 2026-2031” agar arah kebijakan tetap berkesinambungan dan berkelanjutan sesuai akidah Ahlissunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah.
Zakariya Anshori, Alumni PD-PKPNU Angkatan I di Politeknik Balaikambang Jepara, 2-4 September 2022.













