blank
Usai dievakuasi, jenazah korban dibawa ke rumah duka di Desa Toko, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan. Foto: dok BPBD Grobogan./

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Seorang kakek bernama Marmin (74), warga Dusun Dukuh Kidul, Desa Toko, Kecamatan Penawangan, Grobogan, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Serang, Kamis (30/10/2025) pagi.

Kejadian ini bermula saat korban berpamitan kepada keluarganya pada Rabu (29/10/2025) sekitar pukul 07.00 WIB untuk pergi ke sawah. Seperti biasanya, ia menyeberangi Sungai Serang untuk menuju ke lahannya di seberang sungai.

Beberapa saksi, termasuk warga setempat Krispriyono (39) dan Nur Jabar Sodiq (35), sempat melihat korban berada di tepi timur sungai sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, arus air diketahui cukup deras.

BACA JUGA : Memberdayakan Warga ala Gubernur Ahmad Luthfi Melalui Program Kecamatan Berdaya

Keduanya menduga korban berniat menyeberangi sungai seperti biasanya. Namun, setelah itu, keberadaan korban tidak lagi terlihat.

Menjelang sore, sekitar pukul 16.00 WIB, keluarga mulai merasa khawatir karena korban belum juga pulang ke rumah. Bersama warga, mereka kemudian melakukan pencarian di sekitar sungai.

Dalam pencarian itu, warga menemukan kaos dan ember milik korban di tepi timur Sungai Serang. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa korban tenggelam.

Kepala Desa Toko, Edy (50), yang menerima informasi tersebut langsung meneruskan informasi tersebut ke Polsek Penawangan serta Pusdalops BPBD Kabupaten Grobogan.

Mendapat laporan tersebut, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas Semarang, serta para relawan langsung bersiap melakukan operasi pencarian pada Kamis pagi.

Sekitar pukul 07.00 WIB, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Grobogan tiba di lokasi untuk melakukan penilaian situasi dan memulai operasi pencarian korban tenggelam.

Upaya pencarian dilakukan dengan menyisir Sungai Serang dari titik awal korban diduga tenggelam ke arah hilir menggunakan perahu karet. Radius pencarian diperluas hingga dua kilometer.

Tim SAR gabungan bekerja sama dengan warga untuk mempercepat proses pencarian. Cuaca cerah membantu tim dalam menelusuri arus sungai yang cukup deras.

Sekitar pukul 11.10 WIB, tim menemukan jasad korban sekitar dua kilometer dari lokasi awal ia diduga tenggelam. Penemuan dilakukan oleh warga yang ikut menyisir sungai bersama tim SAR.

Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka atas permintaan keluarga. Pemeriksaan medis dari Puskesmas Penawangan memastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.

Petugas medis menyimpulkan korban meninggal dunia akibat tenggelam, tanpa ada unsur penganiayaan.

BACA JUGA : Pelantikan Anggota MKNW Jawa Tengah Periode 2025–2028, Wujud Penguatan Integritas Profesi Notaris

Kepala Pelaksana BPBD Grobogan, Wahju Tri Darmawanto, menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut. Ia mengapresiasi kerja cepat seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian.

“Begitu laporan masuk, kami langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa, relawan, dan Basarnas untuk melaksanakan operasi SAR gabungan. Berkat kerja sama semua pihak, korban berhasil ditemukan dalam waktu kurang dari satu hari,” ujarnya.

Setelah korban ditemukan, operasi pencarian resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuannya masing-masing.

TYA WIDYA