KUDUS (SUARABARU.ID)– Ketua Kontingen Jawa Tengah yang berlaga di PON Beladiri 2025, Dr Soedjatmiko mengatakan, catatan prestasi yang diukir para atletnya merupakan hasil yang sesuai target.
Seperti diketahui, dalam ajang yang digelar di GOR Kaliputu, Djarum Arena, Kabupaten Kudus, pada 11-26 Oktober 2025 itu, Kontingen Jateng mengoleksi 25 medali emas, 34 perak dan 51 perunggu.
”Target awal kami 24 medali emas. Ini kita meraih 25 emas, sehingga kami merasa kontingen Jateng memenuhi target,” kata Soedjatmiko, usai acara penutupan, Minggu (26/10/2025).
BACA JUGA: Karesidenan Semarang Juara Umum Kejurprov Atletik
Dari 10 cabang olahraga, Pencak Silat mempersembahkan 6 medali emas, Wushu (5), Sambo (5), Taekwondo (4), Tarung Derajat (2), Jujitsu (1), Judo (1), Karate (1). Adapun Gulat dan Kempo tidak memperoleh medali emas.
Atas hasil itu, KONI Jateng akan kembali melakukan evaluasi terhadap 10 cabang olahraga itu, pada Kamis (30/10/2025). ”Evaluasi ini dalam arti positif, mencari solusi untuk memperbaiki kelemahan dan meningkatkan hal yang sudah bagus,” tegasnya.
Meskipun secara umum Jateng mampu memenuhi target, namun prestasi tiap cabor ada yang melebihi target, adapula yang gagal. Pencak Silat dan Sambo disebutnya, memperlihatkan prestasi luar biasa. Kemudian Wushu dinilai mampu mempertahankan prestasi PON, meskipun dengan materi atlet muda.
”Dengan atlet-atlet muda, Wushu mampu tampil perkasa dan meraih prestasi tinggi,” imbuh dia.
Di sisi lain, Soedjatmiko yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum II KONI Jateng itu, menyayangkan apa yang diperoleh Jujitsu. Mampu menampilkan delapan finalis, namun hanya satu yang berbuah emas.
”Sebenarnya kami targetkan Jujitsu bisa meraih dua emas. Kemudian Gulat dan Kempo yang masing-masing diharapkan minimal mampu merebut satu emas, tetapi justru gagal,” imbuhnya.
BACA JUGA: Tuntas Jalani Misi Perdamaian Dunia, Prajurit Garuda Disambut di Bandara Soekarno-Hatta
Hasil di Kudus ini, juga akan menjadi modal bagi Jateng untuk menatap Babak Kualifikasi PON 2028, yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.
”Hasil di Kudus ini, merupakan cerminan dari Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda), yang dimulai sejak Mei 2025 lalu. Artinya, ada hasil yang bisa diharapkan dari sana,” tandas dia.
Riyan













