KUDUS (SUARABARU.ID)– Cabang olahraga Wushu mengakhiri paceklik medali emas, di ajang PON Beladiri 2025, yang digelar di GOR Kaliputu, Djarum Arena, Kabupaten Kudus. Di hari terakhir penyelenggaraan event ini, kontingen Jateng meraih lima medali emas, dari nomor Sanda (4 emas) dan Taolu (1).
Emas Taolu diraih dari Duilian Beregu Putri atas nama Jesica, Naura dan Rosa. Kemudian perak dirah Glenda (QS Putri), perunggu Ryu (DS Putra), Naufal (NG Putra) dan Rio (MYJ Putra).
Sedangkan empat emas Sanda diraih Nasya Aulia Zahra Wahana (kelas 48 kg putri) yang di final mengalahkan Rizki Rama Desriyani (Jambi), kelas 52 kg putri Gita Ariesta mengalahkan Shelly Cahyani Dherisca asal Kalimantan Utara.
BACA JUGA: PS USM Bungkam PS Undip 8–1 di Piala Askot PSSI Semarang 2025
Lalu di kelas 58,55 kg Bintang Reindra Nada Guitara menang atas Benny Johan Hutagalung dari Sumatera tara, kelas 63,45 kg Bayu Raka Putra mengalahkan Fitrah A Yudha Faturrahman wakil Jawa Timur.
Dua finalis lain harus puas meraih perak, yakni Intan Anindiya (kelas 59.45) dikalahkan Ardianti Rizki Putri (Sumut). Muhammad Ifnu Saputra (73,75 kg) dikalahkan Jumanta (DKI).
Atlet Wushu Jateng yang lain, Aurella Calysta Purnomo (48,5 kg putri), Rama Evan Fernando (52 kg putra) hanya mendapat medali perunggu, setelah kalah di babak semifinal.
Dengan tambahan medali dari Wushu, maka total medali yang diraih kontingen PON Beladiri Jateng sebanyak, 25 emas, 34 perak dan 56 perunggu, menempati peringkat keempat. Posisi Juara Umum diraih DKI Jakarta (42-27-30), Jawa Barat (35-18-38) dan Jawa Timur (32-17-13). Posisi kelima ditempati Kalimantan Timur (16-15-32).
BACA JUGA: UNJ Gelar Kejuaraan Terbuka Sepak Takraw
Capaian apik di nomor Sanda maupun Taolu pada cabor Wushu, dianggap sudah memenuhi target. Pelatih Taolu, Daniel Teguh Santoso menyebut, pihaknya hanya menargetkan satu medali emas. ”Dari event ini, kami akan lakukan evaluasi untuk meningkatkan prestasi,” katanya.
Pada Minggu (26/10/2025) malam, PON Beladiri 2025 secara resmi ditutup Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman. Hadir pula Ketua Panitia Ryan Gozali, Director Program Djarum Foundation Yoppy Rosimin, dan Bupati Kudus Ta’mani Intakoris.
Riyan













