SEMARANG (SUARABARU.ID) – Wakil Ketua DPRD Jepara H. Junarso memberikan apresiasi terhadap penghargaan yang diraih Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jepara untuk kategori persentase tasaruf mustahik produktif terbaik Tingkat Jawa Tengah. Hal tersebut diungkapkan Junarso Rabu (22/10-2025) ke media melalui WhatsApp.
Sebelumnya Bupati Jepara Witiarso Utomo juga telah menerima BAZNAS Award dari BAZNAS RI untuk kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan komitmennya dalam menggerakkan zakat di Kabupaten Jepara
Menurut Junarso, penghargaan ini menjadi bukti bahwa Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jepara telah dikelola dengan baik. “Karena BAZNAS yang dikelola adalah bersumber dana Zakat maka dalam pendistribusian nya tentu terikat ketentuan aman syari, aman regulasi dan aman NKRI.
Disamping itu Baznas Jepara telah memperhatikan 8 golongan ashnaf golongan Islam yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, riqob, ghorim, fisabilillah dan Ibnu Sabil. Karena itu Junarso berharap, capaian yang membanggakan itu dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga semakin banyak yang mendapatkan manfaat.
Menurut Junarso dengan penghargaan dari BAZNAS Provinsi Jawa Tengah untuk kategori persentase tasaruf mustahik produktif terbaik, menunjukkan bahwa zakat yang diberikan melalui Baznas Kabupaten Jepara telah mampu memberdayakan umat untuk meningkatkan kesejahteraannya dengan program-program yang inovatif dalam rangka mewujudkan pemuliaan para mustahik dan mengantarkannya menjadi muzaki.
Harapan Junarso dengan pengelolaan zakat yang baik ini dapat semakin membesar kepercayaan umat sehingga jumlah mustahik yang disasar program ini semakin banyak.
Ia lantas mengutip data dari Baznas Jepara yang senantiasa meningkat penyalurannya setiap tahun melalui program Jepara Makmur. Setiap tahunnya, lebih dari 1000 mustahik disasar program ini. “Tahun 2024 lalu zakat produktif yang disalurkan sebanyak 1707 mustahik. Sedangkan tahun ini sudah membantu sekitar 1255 orang mustahik,” pungkasnya
Hadepe











