SEMARANG (SUARABARU.ID) — Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan kegiatan Workshop Pengembangan Massive Open Online Courses (MOOCs) pada Rabu, 22 Oktober 2025. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui platform Zoom ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam merancang pembelajaran digital berbasis teknologi.
Kegiatan ini menghadirkan Roziq Bahtiar, S.Pd., Executive Director sekaligus CEO Techarea Indonesia, sebagai narasumber utama dengan moderator Amaliyatul Hidayah Rofiq S.S, mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris jenjang S2. Workshop dibuka secara resmi oleh Koordinator Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Inggris, Dr. Sri Wahyuni, M.Pd., serta dihadiri oleh dosen Fakultas Bahasa dan Seni dan Mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris jenjang S2, S3 dan S1.

Menurut Dr. Sri Wahyuni, kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya program studi untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan merancang kursus daring yang inovatif dan sesuai dengan perkembangan era digital. “Melalui workshop ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami konsep dasar MOOCs, menyusun kurikulum digital, serta menghasilkan konten pembelajaran interaktif yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran bahasa Inggris modern,” ujarnya.
Sri Wahyuni juga menegaskan bahwa kegiatan workshop ini untuk menambah pengetahuan Mahasiswa diluar pembelajaran fisik di kelas. Diharapkan dengan adanya workshop yang menghadirkan praktisi dapat memotivasi dan menambah kemampuan mahasiswa untuk membuat serta mengembangkan platform pembelajaran secara digital agar dapat diakses secara realtime.

“Kita harus bisa menggunakan teknologi untuk meningkatkan kemampuan dalam proses belajar mengajar, untuk pembelajaran yang kolaboratif,” ujar Roziq Bachtiar.
CEO Techarea juga menegaskan, bahwa mahasiswa merupakan agent of education yang memiliki visi untuk mempertahankan kolaborasi antara dunia pendidikan dengan dunia digital agar dapat melangkah lebih jauh.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-4 tentang pendidikan bermutu dan poin ke-17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

Melalui pengalaman langsung dan pendampingan dari fasilitator, peserta diharapkan dapat menghasilkan prototype kursus daring hingga produk digital pembelajaran. Workshop ini juga memperkuat literasi digital dan kolaborasi akademik mahasiswa sebagai calon pendidik profesional di era teknologi pendidikan.
Hadepe – Amaliyatul Hidayah Rofiq













