blank
Jalan makadam TMMD Kunduran, dorong pertumbuhan ekonomi dan pertanian, warga Desa Muraharjo, Senin 20 Oktober 2025. Foto: Kudnadi Saputro Blora

BLORA (SUARABARU.ID) — Semangat kebersamaan antara Tentara Nasional Indonesia dengan masyarakat Desa Muraharjo, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora Jawa Tengah, terlihat dalam kegiatan pembangunan jalan makadam yang menghubungkan dua desa, yakni Desa Muraharjo dengan Desa Jetak.

Proyek ini merupakan bagian dari program TMMD Sengkuyung Tahap IV Kodim 0721/Blora, yang difokuskan pada peningkatan infrastruktur pedesaan.

Danramil 13/Kunduran, Kapten Inf Subeno melalui Babinsa Muraharjo, Sertu Sunarji menjelaskan bahwa pembangunan jalan makadam tersebut menjadi perwujudan harapan lama masyarakat Desa Muraharjo untuk memiliki akses transportasi yang lebih baik guna mendukung kegiatan ekonomi dan pertanian.

“Progres pembangunan jalan makadam berjalan lancar. TNI dan masyarakat bergotong royong setiap hari untuk mewujudkan impian warga ini,” ujar Sertu Sunarji, kepada  suarabaru.id Senin 20 Oktober 2025.

Setiap pagi usai apel, lanjut Sertu Sunarji, Satgas TMMD bersama warga langsung menuju lokasi kerja, mereka menata dan merapikan batu material untuk membentuk badan jalan makadam. Nuansa kebersamaan tampak di lapangan, canda tawa dan semangat gotong royong mewarnai setiap tahapan pekerjaan.

“Sesekali warga juga mengirimkan kopi, teh, dan jajanan ke lokasi sebagai bentuk dukungan dan kepedulian mereka,” ucap Sertu Sunarji.

Masih kata Sertu Sunarji, melalui program TMMD ini, TNI tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat desa.

“Jalan makadam yang segera rampung diharapkan dapat menjadi penggerak utama, peningkatan ekonomi dan kesejahteraan warga desa Muraharjo dan sekitarnya,” imbuh Sertu Sunarji.

Pada kesempatan itu, salah satu warga Desa Muraharjo yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan TMMD, Parjan (42) merasa senang dan antusias terlibat pembangunan jalan makadam TMMD, meski harus bekerja di bawah terik matahari.

“Kami rela berpanas-panasan asalkan jalan makadam ini cepat selesai. Kalau akses ini bagus, petani bisa lebih mudah mengangkut pupuk dan hasil panen ke desa,” ungkap Parjan.

Kudnadi Saputro