blank
Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, saat melakukan sosialisasi di Kabupaten Grobogan. Foto: tyaw

GROBOGAN (SUARABARU.ID)– Anggota DPR RI Komisi IX, Edy Wuryanto, mendorong masyarakat Kabupaten Grobogan, untuk terus mendukung program Keluarga Berencana (KB), dan Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana), sebagai langkah membangun keluarga sehat, bahagia, dan sejahtera.

Hal itu seperti yang disampaikannya, dalam kegiatan Sosialisasi Program Bangga Kencana, yang digelar di Balai Desa Godong, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Senin (20/10/2025).

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama DPR RI Komisi IX, BKKBN Provinsi Jawa Tengah, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Grobogan.

BACA JUGA: Semarang Perbanyak Even Seni di Tahun Depan untuk Dorong Perekonomian

Dalam keterangannya, Edy Wuryanto memberikan apresiasinya kepada masyarakat yang hadir, serta menekankan pentingnya perencanaan keluarga untuk menciptakan generasi unggul.

”Melalui program BKKBN, kita belajar bersama tentang pentingnya perencanaan keluarga. Keluarga yang sehat dan bahagia, menjadi fondasi bangsa yang kuat,” ujar Edy di hadapan peserta.

Dijelaskan juga, Komisi IX DPR RI, tidak hanya bermitra dengan BKKBN, tetapi juga dengan delapan kementerian dan lembaga lainnya, untuk memperkuat sektor kesehatan, ketenagakerjaan, dan kesejahteraan sosial.

BACA JUGA: Selvi Novita Jadi Interpreter Resmi di International Education Forum

Salah satu program yang menjadi sorotan, yakni Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang telah berjalan di seluruhh Indonesia, termasuk di wilayah Kabupaten Grobogan.

”Program MBG ini memantau sekitar 130 dapur keluarga di Grobogan, dengan anggaran mencapai Rp 130 triliun. Dana ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi, seperti telur, ayam, dan beras, agar ibu hamil dan anak-anak, mendapatkan asupan bergizi,” jelas dia lagi.

Menurutnya, pemenuhan gizi sejak masa kehamilan, merupakan kunci untuk melahirkan anak-anak yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

BACA JUGA: Wakil Rektor III Unissula Bimbing Penyusunan Kurikulum di STAI Al Bahjah Cirebon

Selanjutnya, Iwan Dwi Antoro, KKB Ahli Muda dari BKKBN Jateng menyampaikan, keluarga ideal bukan hanya soal jumlah anak, tetapi juga kualitas kehidupan keluarga.

”Keluarga ideal merupakan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Melalui program Bangga Kencana, BKKBN ingin memastikan setiap keluarga di Indonesia bahagia, sehat, dan sejahtera,” ungkapnya.

Iwan menambahkan, perencanaan keluarga bukan berarti membatasi kelahiran semata, melainkan mengatur jarak dan kesiapan fisik serta mental pasangan suami istri, agar setiap anak yang lahir mendapat perhatian dan gizi yang cukup.

BACA JUGA: Jaga Lahan Pangan, Pemprov Jateng dan BPN Siapkan 240 Sertifikasi LP2B

Sementara itu, Kepala DP3AKB Grobogan, Indartiningsih menegaskan, upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, bahkan sebelum kehamilan. Dia menjelaskan, peran penting Tim Pendamping Keluarga (TPK), yang tersebar di setiap desa.

”TPK bertugas mendampingi calon pengantin, ibu hamil, dan keluarga muda. Mereka memantau kesehatan, asupan gizi, hingga kesiapan mental dan fisik, agar anak yang dilahirkan tidak mengalami stunting,” jelasnya.

Indartiningsih juga mengingatkan, pentingnya menjaga jarak kehamilan, dengan menggunakan alat kontrasepsi yang sesuai. Selain itu, menghindari 4T (terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, dan terlalu banyak) melahirkan.

BACA JUGA: Peringati HUT ke-61 Partai Golkar, Mohammad Saleh : Momentum Introspeksi Sekaligus Wujud Syukur

”Jangan lupa, selama tumbuh kembang anak, rajinlah datang ke Posyandu. Di sana ada TPK dan bidan, yang siap membantu memantau kesehatan anak,” tambahnya.

Acara sosialisasi ini berlangsung meriah dan interaktif. Para peserta antusias mengikuti materi yang disampaikan, ditambah dengan pembagian hadiah dan doorprize menarik dari panitia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya program Keluarga Berencana (KB), sebagai bagian dari upaya Nasional mewujudkan keluarga sejahtera, dan menurunkan angka stunting di Kabupaten Grobogan.

”Mari kita rencanakan keluarga dengan baik. Karena keluarga berencana bukan hanya tentang jumlah anak, tetapi tentang masa depan yang lebih baik,” tukas Edy Wuryanto.

Tya Widya